ARUSBAWAH.CO - Sebanyak 2.000 warga mahasiswa Aceh akan dikuliahkan secara gratis di Kalimantan Timur.
Pernyataan itu disampaikan langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (2/1/2025).
Program itu dibuka untuk anak-anak korban banjir dan tanah longsor yang menghantam sejumlah wilayah Aceh beberapa pekan terakhir.
Komitmen Pendidikan Gratis untuk Warga Aceh
Komitmen itu disampaikan Rudy Mas’ud saat berkunjung ke Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, di hadapan Wakil Gubernur Aceh Fadhullah dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal yang menyambut langsung kedatangannya.
Rudy Mas’ud menyebut Pemprov Kaltim menyiapkan kuota bagi 2.000 mahasiswa asal Aceh untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.
“Spesial buat seluruh masyarakat Aceh, kami menyiapkan 2.000 mahasiswa yang siap untuk kuliah di Kalimantan Timur,” kata Rudy Mas’ud.
Ia tegaskan seluruh biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Aceh akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Kaltim.
“Semuanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tambah Rudy Mas’ud.
Rudy Mas’ud ingin program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Aceh dan mengajak calon mahasiswa yang berminat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Mudah-mudahan ada yang berminat, kami tunggu sekali,” ujar Rudy Mas’ud.
Pemulihan Jangka Panjang Pascabencana
Bantuan kuliah gratis itu ia sebut untuk menyelamatkan masa depan anak-anak korban bencana yang terancam kehilangan akses pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga yang ambruk.
“Seluruh pembiayaan gratis. Program ini dalam upaya mendukung pemulihan jangka panjang pascabencana, bagi anak korban banjir dan tanah longsor di Aceh,” kata Rudy Mas’ud.
Bantuan Kemanusiaan Rp3,5 Miliar dari Kaltim
Selain membuka akses pendidikan, Gubernur Kaltim juga menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp3,5 miliar yang dihimpun dari masyarakat Kalimantan Timur.
Bantuan tersebut terdiri atas Rp1,5 miliar untuk Pemerintah Provinsi Aceh, Rp1 miliar untuk Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Rp700 juta bantuan logistik kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta Rp300 juta untuk penyediaan sarana air bersih melalui KNPI Kalimantan Timur di Kabupaten Pidie Jaya.
Pemprov Kaltim juga menyalurkan bantuan logistik dalam bentuk beberapa truk kebutuhan dasar sebagai bagian dari dukungan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Sementara bantuan pembangunan dan penyediaan sarana air bersih difokuskan ke wilayah terdampak paling parah dan disalurkan melalui KNPI Kalimantan Timur dengan nilai Rp300 juta.
“Bencana tidak hanya membutuhkan simpati, tetapi juga aksi nyata yang cepat dan tepat sasaran,” demikian Rudy Mas’ud.
Rombongan Gubernur Kaltim ke Aceh
Dalam kunjungannya, Rudy Mas’ud hadir bersama istrinya, Sarifah Suraidah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur, didampingi Kepala Diskominfo Kaltim M Faisal, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim Dasmiah, serta Direktur APPSI Ismiati.
(wan)




