ARUSBAWAH.CO - Bakal calon Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Rudianto Amirta, merespons terkait tudingan membawa politik praktis ke dalam kontestasi Pilrek Unmul periode 2026-2030.
Ditemui di ruang kerjanya di Fakultas Kehutanan Unmul, Kamis (14/5/2026), ia mengaku menemui sejumlah tokoh politik nasional dan daerah untuk meminta dukungan, mulai dari Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian hingga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.
Namun, ia menegaskan langkah itu bukan bentuk cawe-cawe, melainkan strategi biasa dalam perebutan kursi rektor.
Nama Rudianto belakangan ramai diperbincangkan di internal kampus usai beredar foto dirinya bersama Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono.
Foto itu memunculkan spekulasi adanya upaya lobi politik ke pusat untuk memengaruhi proses pemilihan rektor Unmul.
Eks Dekan Fakultas Kehutanan Unmul itu tak membantah dirinya aktif membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh politik.
Bahkan, ia secara terbuka mengaku mendatangi sejumlah legislator dan tokoh daerah untuk meminta restu dan dukungan.
“Saya tidak hanya ke satu anggota dewan meminta dukungan. Saya menghubungi Ibu Hetifah dari Komisi X DPR RI, saya menghubungi kader demokrat Irwan Pecho, kemudian Budisatrio Djiwandono. Saya juga sowan dan minta izin ke Sultan Kutai Kartanegara,” kata Rudianto.
Rudianto Sebut Praktik Cari Dukungan Politik Sudah Terjadi Sejak Pilrek Sebelumnya
Kata Rudianto, langkah mencari dukungan eksternal bukan sesuatu yang baru dalam kontestasi pemilihan rektor di Unmul.
Ia justru menyebut pola serupa juga dilakukan pada Pilrek Unmul empat tahun lalu.
“Pak Rektor melakukan itu empat tahun lalu. Beliau mendapatkan dukungan mutlak dari salah satu partai untuk mengalahkan calon lainnya. Jadi kalau sekarang diarahkan ke saya, itu lucu,” ujarnya.
Rudianto bahkan menyinggung adanya klaim dukungan elite nasional yang disebut pernah dimainkan kubu tertentu dalam proses Pilrek empat tahun lalu.
Ia menyebut nama Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo hingga Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebagai tokoh yang disebut-sebut pernah dikaitkan dengan dukungan politik pada Pilrek terdahulu.
Tag



