
Kehadiran para perambah ini memaksa Pari mengubah pola jelajahnya.
Area yang dulunya sering dilalui kini mulai jarang ditemukan tanda keberadaan badak.
“Kemungkinan besar Pari menghindari lokasi yang kini jadi pusat aktivitas manusia,” tambah Jono.
Koordinasi BKSDA dan Perusahaan di Tapal Batas
Untuk mencegah gangguan lebih lanjut, BKSDA Kaltim melakukan koordinasi dengan dua perusahaan yang memiliki akses jalan di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, yaitu PT Samudra Rezeki Perkasa dan Maruwai Coal.
Asisten Manajer Operasional PT Samudra Rezeki Perkasa, Choirul Abidin, membenarkan bahwa jalur perusahaannya sering dilalui para pencari gaharu.
“Kami tidak bisa melarang warga melintas, tapi setelah koordinasi ini kami akan ikut mengingatkan agar tidak berburu satwa,” katanya.
BKSDA berharap dukungan perusahaan dapat membantu menjaga kawasan hutan dari aktivitas berburu.
Tag



