Dampak ke Warga, Harapan yang Tertunda
Di sisi lain, keterlambatan ini ikut berdampak pada warga yang sebelumnya berharap kehadiran rumah sakit baru bisa mempercepat akses layanan kesehatan.
Selama ini, beban layanan kesehatan di Samarinda masih bertumpu pada beberapa rumah sakit besar.
Dalam kondisi tertentu, kapasitas layanan sering kali penuh, terutama untuk pasien rujukan.
RS Korpri sebenarnya dirancang untuk menjawab masalah itu.
Dengan tambahan fasilitas kesehatan, distribusi pasien diharapkan bisa lebih merata.
Namun hingga kini, harapan itu masih tertunda.
Berdasarkan perencanaan awal, RS AMS II diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas kesehatan strategis di Kalimantan Timur.
Tidak hanya melayani ASN, rumah sakit ini juga terbuka untuk masyarakat umum.
Pemerintah Pilih Aman, Kejar Legalitas Dulu
Pemprov Kaltim mengambil posisi aman.
Fokus utama saat ini adalah menuntaskan seluruh dokumen legal sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Langkah ini bukan tanpa pertimbangan.
Proyek rumah sakit memiliki standar ketat, mulai dari izin lingkungan, tata ruang, hingga kesiapan operasional.
Jika dipaksakan berjalan tanpa izin lengkap, potensi masalahnya bisa lebih besar yakni mulai dari sengketa lahan, pelanggaran tata ruang, hingga hambatan operasional saat rumah sakit mulai difungsikan.
Seno memastikan, setelah seluruh perizinan rampung, proyek akan langsung dilanjutkan tanpa penundaan tambahan.
“Kalau izin sudah selesai, kita langsung lanjutkan,” ujarnya.
Tag



