Dua dapur utama di Tanah Merah dan Panjaitan menjadi tanggung jawab langsung Kementerian BUMN, sementara 13 dapur lainnya dibangun melalui kerja sama dengan pihak mitra.
“Total ada 15 dapur MBG yang akan berdiri di Samarinda. Tiga belas dibangun mitra, dua dibiayai langsung Kementerian BUMN,” terang Suwarso.
Baca juga:
- Soal Kabar 'Tempat Tidur Disembunyikan', Klarifikasi Humas AWS: RS Bicara Pakai Data, Bukan Asumsi
- Sudah Pasang Plang, Belum Tunjukkan Bukti! Jatam Nilai Ada Pelanggaran di Konflik Tanah PT BBE - Kelompok Tani
- Realisasi Belanja Kaltim per 15 Oktober 2025 Belum Sampai 70 Persen, Purwadi: Makanya Seret Mas
Persiapan Dokumen Teknis dan Perizinan
Satuan tugas MBG juga tengah menyiapkan dokumen penting seperti:
- PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
- PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)
- SLO (Sertifikat Laik Operasi)
- SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi)
Semua dokumen diproses paralel agar tidak menghambat pembangunan fisik. Beberapa dokumen, seperti SLHS, masih dalam proses verifikasi Dinas Kesehatan.
Cakupan Penerima Manfaat
Dapur MBG ini akan melayani:
- Siswa sekolah negeri dan swasta (TK hingga SMA/SMK)
- Kelompok masyarakat rentan, termasuk ibu hamil, bayi, dan balita




