Advertorial

DPRD Samarinda

Revitalisasi Pasar Pagi Masuk Tahap Kedua, Deni Hakim Anwar: Semua Aspek Jadi Bahan Perhatian Dewan

Senin, 19 Mei 2025 13:26

PASAR PAGI - Pembangunan proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda. Ditarget bisa operasional penuh pada Oktober 2025/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Pekerjaan revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman kini telah memasuki tahap kedua pengerjaan.

Proyek ini mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, bukan karena besarnya anggaran semata, melainkan karena kekhawatirannya terhadap kualitas dan pengawasan teknis pembangunan.

Deni menekankan pentingnya pengawasan ketat, terutama dalam aspek keamanan dan konstruksi. Dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp400 miliar, ia mengingatkan agar jangan sampai tampilan fisik yang megah justru menutupi potensi risiko bila standar keselamatan diabaikan.

“Ini proyek dengan dana besar, jadi jangan sampai kita hanya terpukau oleh kemegahan bangunannya tanpa benar-benar memastikan aspek keamanannya untuk jangka panjang,” ujarnya pada Senin (19/5/2025).

Menurutnya, setiap proyek infrastruktur publik bernilai tinggi harus disertai audit teknis yang ketat dan terbuka. Hal ini penting karena ribuan orang akan beraktivitas di Pasar Pagi setiap hari, mulai dari pedagang hingga pengunjung.

“Kita bicara soal keselamatan masyarakat. Jangan sampai baru diuji setelah bangunan jadi. Semua harus dirancang dengan benar sejak awal,” tegasnya.

Tahap kedua pembangunan Pasar Pagi mencakup sejumlah pekerjaan seperti penyekatan kios, pemasangan eskalator, instalasi listrik dan air, pengecatan, hingga sistem pengolahan limbah, dengan nilai kontrak mencapai Rp148,5 miliar. Sebelumnya, tahap pertama telah menghabiskan Rp290 miliar untuk pembangunan struktur utama gedung setinggi tujuh lantai.

Meskipun mengapresiasi percepatan progres fisik yang sedang berlangsung, Deni tetap mengingatkan bahwa mutu konstruksi dan pemilihan material tidak boleh dikorbankan.

“Revitalisasi pasar bukan sekadar memperindah kota, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat. Kualitas bangunan adalah kunci agar pasar ini bisa digunakan puluhan tahun ke depan,” katanya.

Ia berharap, Pasar Pagi ke depannya bisa menjadi contoh pasar tradisional modern yang tertata rapi, aman, dan nyaman, sekaligus memenuhi fungsi sosial serta ekonomi masyarakat.

“Kalau semua aspek diperhatikan secara serius, Pasar Pagi bisa menjadi model pasar modern yang sesungguhnya—bukan hanya cantik dari luar, tapi juga aman dan fungsional,” tutupnya.

Sementara itu, dari Pemkot Samarinda, pihak dari PPK Proyek Pasar Pagi, Hendra mengamini bahwa tahap kedua pembangunan saat ini sedang berjalan. 

Pemkot menargetkan pembangunan bisa rampung segera dan bangunan bisa dioperasikan secara fungsional pada Oktober 2025. 

Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan penting tengah berlangsung, termasuk pemisahan area dagang serta pembangunan fasilitas penunjang.

“Pekerjaan yang sedang berjalan saat ini adalah penyekatan kios. Nantinya juga akan dilanjutkan dengan pekerjaan keramik, plafon, serta pekerjaan sistem MEP (mekanikal, elektrikal, dan plumbing) yang cukup besar, termasuk pemasangan eskalator, lift, dan sistem kelistrikan lainnya,” terang Hendra, beberapa waktu lalu. 

Pasar yang nantinya berdiri megah dengan tujuh lantai ini dirancang dengan pembagian fungsi ruang yang efisien.

Lantai terbawah dikhususkan sepenuhnya untuk area parkir roda dua dan roda empat, sedangkan mulai dari lantai dua hingga lantai paling atas disiapkan untuk pedagang.

“Pasar Pagi ini ada tujuh lantai. Untuk lantai di bawah sepenuhnya digunakan sebagai area parkir kendaraan roda empat dan roda dua. Lantai dua ke atas diperuntukkan bagi para pedagang,” lanjutnya. (adv)

Tag

MORE