Tahap kedua pembangunan Pasar Pagi mencakup sejumlah pekerjaan seperti penyekatan kios, pemasangan eskalator, instalasi listrik dan air, pengecatan, hingga sistem pengolahan limbah, dengan nilai kontrak mencapai Rp148,5 miliar. Sebelumnya, tahap pertama telah menghabiskan Rp290 miliar untuk pembangunan struktur utama gedung setinggi tujuh lantai.
Meskipun mengapresiasi percepatan progres fisik yang sedang berlangsung, Deni tetap mengingatkan bahwa mutu konstruksi dan pemilihan material tidak boleh dikorbankan.
“Revitalisasi pasar bukan sekadar memperindah kota, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat. Kualitas bangunan adalah kunci agar pasar ini bisa digunakan puluhan tahun ke depan,” katanya.
Ia berharap, Pasar Pagi ke depannya bisa menjadi contoh pasar tradisional modern yang tertata rapi, aman, dan nyaman, sekaligus memenuhi fungsi sosial serta ekonomi masyarakat.
“Kalau semua aspek diperhatikan secara serius, Pasar Pagi bisa menjadi model pasar modern yang sesungguhnya—bukan hanya cantik dari luar, tapi juga aman dan fungsional,” tutupnya.
Sementara itu, dari Pemkot Samarinda, pihak dari PPK Proyek Pasar Pagi, Hendra mengamini bahwa tahap kedua pembangunan saat ini sedang berjalan.
Tag



