Advertorial

Diskominfo Balikpapan

Revitalisasi Halte Kehutanan Perkuat Transportasi Publik Balikpapan

Revitalisasi Halte Kehutanan

Selasa, 4 November 2025 13:11

REVITALISASI - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman/ Foto: Arusbawah

ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kota Balikpapan terus bergerak memperbarui sistem transportasi publiknya agar lebih modern, aman, dan terintegrasi.

Pembaruan Halte Kehutanan di Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu langkah nyata, dengan desain yang kini lebih modern, nyaman, dan ramah bagi seluruh penumpang.

Fasilitas ini bukan sekadar tempat menunggu, tetapi juga menjadi simpul penting dalam sistem transportasi kota, sehingga mempermudah akses warga ke berbagai titik strategis.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menyampaikan bahwa Halte Kehutanan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Bus Balikpapan City Trans (BCT) dan moda transportasi lain yang beroperasi di pusat kota. 

Halte Kehutanan yang berada tidak jauh dari JPO Plaza Balikpapan ini kita revitalisasi agar berfungsi maksimal sebagai titik temu antara bus kota dan moda transportasi penunjang. Ini bagian dari upaya menghadirkan kemudahan first-mile dan last-mile bagi masyarakat,” ucap Fadli, Kamis (23/10/2025).

Fadli menambahkan, integrasi berbagai moda transportasi menjadi faktor penting agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. 

Oleh karena itu, Pemkot menghadirkan fasilitas yang aman, nyaman, dan inklusif. 

“Kita ingin masyarakat merasa nyaman dan bangga menggunakan transportasi publik. Maka fasilitasnya harus tertata, terawat, dan ramah bagi semua,” jelasnya.

Halte yang telah diperbarui ini menawarkan area tunggu yang teduh dan sejuk, dilengkapi akses bagi penyandang disabilitas, serta memanfaatkan desain terbuka untuk mendukung sirkulasi udara alami. 

Selain itu, konsep revitalisasi juga menekankan prinsip green mobility atau mobilitas ramah lingkungan, sehingga turut mendukung upaya pengurangan polusi dan menjaga kualitas lingkungan di sekitar halte.

Fadli menegaskan bahwa pembaruan halte bukan hanya soal estetika, tetapi bagian dari transformasi sistem transportasi Balikpapan menuju layanan publik yang adil dan berkelanjutan. 

Revitalisasi halte ini simbol perubahan cara pandang kita. Transportasi bukan sekadar soal kendaraan, tapi tentang kenyamanan manusia dan kualitas hidup warganya,” terangnya.

Pemkot berkomitmen menjadikan sistem transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas kota. 

Dengan memperbanyak halte nyaman, jalur pejalan kaki yang aman, serta integrasi antar moda transportasi, Balikpapan diharapkan menjadi kota yang berfokus pada kebutuhan warganya. 

Selain itu, keberadaan halte yang representatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan angkutan umum, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di pusat kota.

“Kita ingin Balikpapan menjadi people-centered city kota yang tumbuh bersama, bergerak dengan cinta, dan memberi ruang nyaman bagi semua,” tutur Fadli. 

Dengan revitalisasi ini, warga diharapkan dapat merasakan pengalaman menggunakan transportasi publik yang lebih menyenangkan dan efisien, sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan dan manusiawi. (daf)

Tag

MORE