Arus Publik

Relawan Temukan Balita Difabel Luka Parah di Panti Asuhan, Ada Benjolan di Kepala

Minggu, 22 Juni 2025 22:40

ILUSTRASI - Ilustrasi kekerasan pada anak/ Unsplash

ARUSBAWAH.CO -  Seorang balita perempuan berusia empat tahun berinisial NJ diduga menjadi korban kekerasan fisik dan penelantaran selama berada di bawah pengasuhan salah satu panti asuhan di Samarinda.

Kondisi fisik balita NJ ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan, dengan sejumlah luka dan memar di sekujur tubuhnya.

Kasus itu pertama kali terungkap pada 21 Maret 2025 lalu, saat RL (36), seorang relawan yang sedang berbagi makanan ke panti asuhan, secara tak sengaja menjumpai NJ dalam kondisi memprihatinkan.

Saat di panti asuhan, Reni melihat NJ terbaring lemah dengan benjolan besar di kepala, luka dahi, serta tubuh yang dipenuhi luka koreng.

“Waktu itu dia kejang, rambutnya penuh kutu, dan meringkuk sambil memegang plastik bekas makanan. Kakinya lumpuh. Saya langsung tahu ini bukan sekadar anak sakit biasa, ini darurat,” ungkap RL kepada awak media saat ditemui di kediamannya, Jumat (20/6/2025) malam.

Menurut pengakuan RL, balita NJ juga memiliki riwayat disabilitas dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Ia mengungkapkan, balita NJ juga mengidap epilepsi yang harus membutuhkan penanganan medis rutin.

RL menyebut sejak balita NJ dititipkan ke panti asuhan pada Januari 2024, pengobatannya terhenti.

RL kemudian membawa NJ berobat ke dokter karena demam tinggi tak kunjung reda.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi HB NJ hanya 7,8 dari batas normal 16.

Dokter pun merujuk NJ untuk dilakukan visum medis yang akhirnya dijalankan pada 13 Mei 2025.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, RL akhirnya mengurus hak asuh sementara atas NJ, dan persetujuan ibu kandung anak tersebut yang juga mengalami gangguan psikologis berat.

Proses itu resmi pada 10 Mei 2025 dan membuat NJ masuk dalam Kartu Keluarga RL.

Tag

MORE