Arus Publik

Diskusi Publik Arusbawah.co

Rekap Probebaya 2022: 50 Km Jalan Dibiayai, 39 Ribu Paket Sembako Disalurkan (Part 1)

Sabtu, 14 Februari 2026 11:39

DISKUSI PUBLIK - Flyer Diskusi Publik inisiasi Arusbawah.co yang mengambil judul Probebaya Tanpa AH, Bisa?/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Program Pemberdayaan Berbasis RT (PROBEBAYA) tahun 2022 mencatat realisasi di 10 kecamatan di Kota Samarinda.

Data menunjukkan pembangunan jalan mencapai 50.046,09 meter, bantuan sembako 39.228 paket, bantuan anak sekolah 19.704 penerima, serta 16.394 warga mengikuti pelatihan.

Angka-angka ini menjadi indikator distribusi anggaran berbasis wilayah sekaligus menggambarkan prioritas intervensi sosial dan infrastruktur di tingkat kecamatan.

Data diolah tim redaksi Arusbawah.co, berdasarkan rekap yang diberikan oleh pihak Pemkot Samarinda

Total Realisasi PROBEBAYA 2022

Secara akumulatif, capaian program meliputi:

  • Panjang jalan terbangun: 50.046,09 meter
  • Bantuan anak sekolah: 19.704 paket/orang
  • Bantuan sembako: 39.228 paket
  • Peserta pelatihan: 16.394 orang

Distribusi program tersebar di seluruh kecamatan, dengan variasi capaian yang cukup mencolok.

Kecamatan dengan Realisasi Tertinggi

Infrastruktur Jalan Terpanjang

Kecamatan Samarinda Ilir mencatat pembangunan jalan terpanjang, yakni 11.109,80 meter, disusul Kecamatan Sungai Pinang dengan 8.867,40 meter.

Sementara realisasi terendah tercatat di Kecamatan Sambutan sebesar 2.260 meter.

Bantuan Anak Sekolah Terbanyak

Kecamatan Sungai Kunjang mencatat angka tertinggi bantuan anak sekolah dengan 4.415 penerima, diikuti Kecamatan Samarinda Ilir sebanyak 2.880 penerima.

Distribusi Sembako Terbesar

Kecamatan Samarinda Ilir kembali menjadi wilayah dengan distribusi sembako terbanyak, yakni 7.257 paket, disusul Kecamatan Sungai Kunjang dengan 6.294 paket.

Peserta Pelatihan Terbanyak

Untuk sektor peningkatan kapasitas, Kecamatan Sungai Pinang mencatat peserta pelatihan terbanyak, mencapai 3.628 orang, diikuti Kecamatan Samarinda Ulu dengan 3.388 orang dan Kecamatan Samarinda Utara sebanyak 3.371 orang.

Sebaran Per Kecamatan

Berikut ringkasan realisasi PROBEBAYA 2022:

1. Kecamatan Palaran

Jalan: 4.250,30 m | Anak Sekolah: 1.332 | Sembako: 3.554 | Pelatihan: 553

2. Kecamatan Samarinda Ilir

Jalan: 11.109,80 m | Anak Sekolah: 2.880 | Sembako: 7.257 | Pelatihan: 996

3. Kecamatan Samarinda Kota

Jalan: 3.875,70 m | Anak Sekolah: 1.095 | Sembako: 1.819 | Pelatihan: 1.110

4. Kecamatan Sambutan

Jalan: 2.260,00 m | Anak Sekolah: 1.327 | Sembako: 2.697 | Pelatihan: 198

5. Kecamatan Samarinda Seberang

Jalan: 4.434,20 m | Anak Sekolah: 1.242 | Sembako: 4.050 | Pelatihan: 873

6.  Kecamatan Loa Janan Ilir

Jalan: 4.662,00 m | Anak Sekolah: 1.309 | Sembako: 3.140 | Pelatihan: 1.478

7.  Kecamatan Sungai Kunjang

Jalan: 3.143,17 m | Anak Sekolah: 4.415 | Sembako: 6.294 | Pelatihan: 799

8.  Kecamatan Samarinda Ulu

Jalan: 4.030,32 m | Anak Sekolah: 2.317 | Sembako: 4.422 | Pelatihan: 3.388

9. Kecamatan Samarinda Utara

Jalan: 3.413,20 m | Anak Sekolah: 1.436 | Sembako: 2.473 | Pelatihan: 3.371

10. Kecamatan Sungai Pinang

Jalan: 8.867,40 m | Anak Sekolah: 2.351 | Sembako: 3.522 | Pelatihan: 3.628

Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH, Bisa? 

Media online Arusbawah.co menginisiasi Diskusi Publik bertajuk Keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).

Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 12.30–16.00 WITA di Samarinda.

Direktur PT Suara Arusbawah, Yakub Anani, menegaskan forum ini bukan untuk menyerang kebijakan, melainkan memastikan arah program tetap berpihak kepada warga.

Probebaya ini sudah menyentuh level paling bawah, RT. Justru karena dampaknya langsung ke masyarakat, kita perlu memastikan program ini tidak berhenti di tengah jalan atau berubah arah tanpa evaluasi yang matang,” ujarnya.

Probebaya: Dari Partisipasi ke Tantangan Keberlanjutan

Probebaya yang berjalan sejak 2021 dirancang dengan prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

Warga RT dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pengawasan kegiatan.

Dalam perkembangannya, program ini telah menjangkau hampir seluruh RT di Samarinda. Namun menurut Yakub, capaian administratif belum tentu menjawab tantangan substantif.

Ada empat pertanyaan utama yang akan menjadi fokus diskusi:

  1. Apakah Probebaya akan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan Samarinda berikutnya?
  2. Sejauh mana figur-figur potensial memahami konsep dan filosofi Probebaya?
  3. Jika dilanjutkan, modifikasi apa yang perlu dilakukan?
  4. Jika dihentikan, adakah program alternatif yang lebih efektif bagi masyarakat RT?

“Jangan sampai program yang sudah berjalan ini hanya bergantung pada figur. Harus ada desain kebijakan yang kuat, supaya siapa pun pemimpinnya, arah pemberdayaan masyarakat tetap jelas,” tegasnya.

Diskusi ini diharapkan menjadi ruang evaluasi terbuka, sekaligus memastikan program berbasis RT tersebut tidak sekadar menjadi proyek tahunan, tetapi kebijakan berkelanjutan yang terukur dampaknya.

Hingga H-1 kegiatan, beberapa narasumber yang sudah memberikan konfirmasi kehadiran ada 6 orang. 

Mereka adalah Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda Iswandi, dan Ketua DPD PKS Samarinda, Ismail Latisi. 

Selain itu, juga akan dihadiri oleh Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo, serta Akademisi Universitas Mulawarman, Saiful Bahtiar. (pra)

 

Tag

MORE