ARUSBAWAH.CO - Program Pemberdayaan Berbasis RT (PROBEBAYA) tahun 2022 mencatat realisasi di 10 kecamatan di Kota Samarinda.
Data menunjukkan pembangunan jalan mencapai 50.046,09 meter, bantuan sembako 39.228 paket, bantuan anak sekolah 19.704 penerima, serta 16.394 warga mengikuti pelatihan.
Angka-angka ini menjadi indikator distribusi anggaran berbasis wilayah sekaligus menggambarkan prioritas intervensi sosial dan infrastruktur di tingkat kecamatan.
Data diolah tim redaksi Arusbawah.co, berdasarkan rekap yang diberikan oleh pihak Pemkot Samarinda.
Total Realisasi PROBEBAYA 2022
Secara akumulatif, capaian program meliputi:
- Panjang jalan terbangun: 50.046,09 meter
- Bantuan anak sekolah: 19.704 paket/orang
- Bantuan sembako: 39.228 paket
- Peserta pelatihan: 16.394 orang
Distribusi program tersebar di seluruh kecamatan, dengan variasi capaian yang cukup mencolok.
Kecamatan dengan Realisasi Tertinggi
Infrastruktur Jalan Terpanjang
Kecamatan Samarinda Ilir mencatat pembangunan jalan terpanjang, yakni 11.109,80 meter, disusul Kecamatan Sungai Pinang dengan 8.867,40 meter.
Sementara realisasi terendah tercatat di Kecamatan Sambutan sebesar 2.260 meter.
Bantuan Anak Sekolah Terbanyak
Kecamatan Sungai Kunjang mencatat angka tertinggi bantuan anak sekolah dengan 4.415 penerima, diikuti Kecamatan Samarinda Ilir sebanyak 2.880 penerima.
Distribusi Sembako Terbesar
Kecamatan Samarinda Ilir kembali menjadi wilayah dengan distribusi sembako terbanyak, yakni 7.257 paket, disusul Kecamatan Sungai Kunjang dengan 6.294 paket.
Peserta Pelatihan Terbanyak
Untuk sektor peningkatan kapasitas, Kecamatan Sungai Pinang mencatat peserta pelatihan terbanyak, mencapai 3.628 orang, diikuti Kecamatan Samarinda Ulu dengan 3.388 orang dan Kecamatan Samarinda Utara sebanyak 3.371 orang.
Sebaran Per Kecamatan
Berikut ringkasan realisasi PROBEBAYA 2022:
1. Kecamatan Palaran
Jalan: 4.250,30 m | Anak Sekolah: 1.332 | Sembako: 3.554 | Pelatihan: 553
2. Kecamatan Samarinda Ilir
Jalan: 11.109,80 m | Anak Sekolah: 2.880 | Sembako: 7.257 | Pelatihan: 996
3. Kecamatan Samarinda Kota
Jalan: 3.875,70 m | Anak Sekolah: 1.095 | Sembako: 1.819 | Pelatihan: 1.110
4. Kecamatan Sambutan
Jalan: 2.260,00 m | Anak Sekolah: 1.327 | Sembako: 2.697 | Pelatihan: 198
5. Kecamatan Samarinda Seberang
Jalan: 4.434,20 m | Anak Sekolah: 1.242 | Sembako: 4.050 | Pelatihan: 873
6. Kecamatan Loa Janan Ilir
Jalan: 4.662,00 m | Anak Sekolah: 1.309 | Sembako: 3.140 | Pelatihan: 1.478
7. Kecamatan Sungai Kunjang
Jalan: 3.143,17 m | Anak Sekolah: 4.415 | Sembako: 6.294 | Pelatihan: 799
8. Kecamatan Samarinda Ulu
Jalan: 4.030,32 m | Anak Sekolah: 2.317 | Sembako: 4.422 | Pelatihan: 3.388
9. Kecamatan Samarinda Utara
Jalan: 3.413,20 m | Anak Sekolah: 1.436 | Sembako: 2.473 | Pelatihan: 3.371
10. Kecamatan Sungai Pinang
Jalan: 8.867,40 m | Anak Sekolah: 2.351 | Sembako: 3.522 | Pelatihan: 3.628
Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH, Bisa?
Media online Arusbawah.co menginisiasi Diskusi Publik bertajuk Keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).
Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 12.30–16.00 WITA di Samarinda.
Direktur PT Suara Arusbawah, Yakub Anani, menegaskan forum ini bukan untuk menyerang kebijakan, melainkan memastikan arah program tetap berpihak kepada warga.
“Probebaya ini sudah menyentuh level paling bawah, RT. Justru karena dampaknya langsung ke masyarakat, kita perlu memastikan program ini tidak berhenti di tengah jalan atau berubah arah tanpa evaluasi yang matang,” ujarnya.
Probebaya: Dari Partisipasi ke Tantangan Keberlanjutan
Probebaya yang berjalan sejak 2021 dirancang dengan prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Warga RT dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pengawasan kegiatan.
Dalam perkembangannya, program ini telah menjangkau hampir seluruh RT di Samarinda. Namun menurut Yakub, capaian administratif belum tentu menjawab tantangan substantif.
Ada empat pertanyaan utama yang akan menjadi fokus diskusi:
- Apakah Probebaya akan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan Samarinda berikutnya?
- Sejauh mana figur-figur potensial memahami konsep dan filosofi Probebaya?
- Jika dilanjutkan, modifikasi apa yang perlu dilakukan?
- Jika dihentikan, adakah program alternatif yang lebih efektif bagi masyarakat RT?
“Jangan sampai program yang sudah berjalan ini hanya bergantung pada figur. Harus ada desain kebijakan yang kuat, supaya siapa pun pemimpinnya, arah pemberdayaan masyarakat tetap jelas,” tegasnya.
Diskusi ini diharapkan menjadi ruang evaluasi terbuka, sekaligus memastikan program berbasis RT tersebut tidak sekadar menjadi proyek tahunan, tetapi kebijakan berkelanjutan yang terukur dampaknya.
Hingga H-1 kegiatan, beberapa narasumber yang sudah memberikan konfirmasi kehadiran ada 6 orang.
Mereka adalah Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda Iswandi, dan Ketua DPD PKS Samarinda, Ismail Latisi.
Selain itu, juga akan dihadiri oleh Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo, serta Akademisi Universitas Mulawarman, Saiful Bahtiar. (pra)




