Advertorial

DPRD Samarinda

Puncak Steling Masuk Nominasi API Award 2026, DPRD Samarinda Dorong Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Sabtu, 23 Mei 2026 17:27

REKOMENDASI - Bukit Steling menjadi salah satu destinasi wisata alam menarik di Samarinda (Foto: Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO -  Saat matahari mulai tenggelam di Puncak Steling, hamparan Kota Samarinda terlihat begitu memikat dari ketinggian.

Pemandangan itu kini tak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga membawa harapan baru bagi perkembangan sektor pariwisata Kota Tepian.

Masuknya Puncak Steling dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 dinilai menjadi sinyal positif bahwa destinasi wisata Samarinda mulai mendapat perhatian lebih luas.

Namun di balik pencapaian tersebut, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan agar sektor pariwisata benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai potensi wisata di Kota Samarinda sebenarnya sangat besar.

Sayangnya, berbagai destinasi yang ada belum dikelola secara maksimal sehingga dampaknya terhadap kesejahteraan warga masih belum optimal.

Samarinda Punya Banyak Destinasi Potensial

Menurut Viktor, Samarinda memiliki kekayaan wisata yang cukup beragam.

Mulai dari wisata budaya, wisata alam, hingga wisata berbasis komunitas yang tumbuh dari kreativitas masyarakat.

Beberapa destinasi yang dinilai memiliki daya tarik kuat antara lain Desa Budaya Pampang yang dikenal dengan budaya Dayaknya, Kampung Ketupat yang menjadi ikon wisata kuliner dan UMKM, wisata susur Sungai Karang Mumus, hingga Puncak Steling yang menawarkan panorama kota dari ketinggian.

Destinasi-destinasi tersebut memiliki karakter yang berbeda dan dapat menjadi alasan wisatawan untuk datang ke Samarinda apabila dikelola secara lebih serius.

“Ada wisata budaya, alam sampai wisata perkotaan. Namun pengelolaannya memang belum maksimal sehingga belum memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar,” ungkap Viktor, Sabtu (23/5/2026).

Pengelolaan Wisata Dinilai Masih Berjalan Sendiri-sendiri

Di balik potensi yang besar, Viktor melihat masih ada persoalan mendasar yang membuat sektor pariwisata Samarinda belum berkembang optimal.

Salah satunya adalah belum terintegrasinya pengelolaan destinasi wisata. Mulai dari promosi, pengembangan fasilitas, hingga penyelenggaraan kegiatan wisata masih berjalan secara terpisah.

Akibatnya, kunjungan wisatawan sering kali hanya meningkat pada momen tertentu dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Padahal, keberlanjutan kunjungan wisata menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat sekitar destinasi dapat merasakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

DPRD Samarinda Bentuk Pansus Pengelolaan Wisata

Melihat kondisi tersebut, DPRD Samarinda melalui Komisi II membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemberdayaan dan Pengelolaan Wisata Daerah.

Pansus tersebut bertugas menyusun konsep pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan berkelanjutan agar setiap destinasi memiliki arah pengembangan yang jelas.

“Pansus ini fokus bagaimana wisata di Samarinda bisa berkembang dengan dukungan kegiatan dan festival yang rutin sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya ramai pada momen tertentu saja,” katanya.

Festival dan Event Jadi Kunci Menarik Wisatawan

Menurut Viktor, salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah penyusunan kalender event daerah yang konsisten setiap tahun.

Festival budaya, kuliner, seni, hingga kegiatan komunitas diyakini mampu menjadi magnet tambahan yang membuat wisatawan datang lebih sering ke Samarinda.

Dengan adanya agenda rutin, sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada daya tarik destinasi semata, tetapi juga didukung berbagai aktivitas yang menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Wisata Harus Memberi Manfaat untuk Warga

Bagi DPRD Samarinda, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang.

Lebih dari itu, wisata harus mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, serta mendorong tumbuhnya UMKM lokal.

Karena itu, DPRD juga mendorong keterlibatan pihak swasta dan investor lokal dalam pengembangan kawasan wisata agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

“Kami ingin pengembangan wisata ini tetap berbasis pemberdayaan masyarakat. Jadi bukan hanya menarik wisatawan, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” tandas Viktor.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Samarinda dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

Namun untuk mewujudkannya, diperlukan pengelolaan yang terarah, kolaborasi berbagai pihak, dan komitmen agar manfaat pariwisata benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. (adv)

 

Tag

MORE