ARUSBAWAH.CO - Proyek jalan alternatif sepanjang 90 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diminta tidak berhenti hanya sebagai wacana.
Penyusunan Detail Engineering Design (DED) harus segera rampung agar pembangunan bisa berjalan efektif sejak tahap awal.
Ekti Tekankan Pentingnya DED
Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menegaskan DED menjadi fondasi utama proyek strategis ini.
Tanpa dokumen teknis yang komprehensif, proses pembangunan rawan terhambat.
“DED menjadi dasar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Tanpa perencanaan teknis yang matang, pembangunan berisiko tidak berjalan efektif,” ujar Ekti, Selasa (17/2/2026).
Menurut legislator dari daerah pemilihan Kubar–Mahulu ini, keberhasilan proyek bergantung pada sinergi tiga pilar: Pemkab Kukar, Pemkab Kubar, dan Pemprov Kaltim.
Tanpa kesepahaman yang kuat, tahapan perencanaan hingga eksekusi dikhawatirkan berjalan lambat.
Tantangan Anggaran Tak Boleh Hambat Proyek
Pembangunan jalan ini menghadapi tekanan akibat pengurangan anggaran.
Pemprov Kaltim mengalami pemotongan lebih dari Rp6 triliun, Pemkab Kukar turun dari sekitar Rp12 triliun menjadi Rp6 triliun, sementara Pemkab Kubar dipangkas sekitar Rp400–500 miliar.
Meski begitu, Ekti menegaskan kondisi fiskal tidak boleh menghalangi proyek konektivitas antardaerah.
Jalan alternatif Kukar–Kubar dianggap sebagai investasi jangka panjang yang memperkuat pembangunan kawasan pedalaman.
“Perlu ada kesepahaman dan kerja sama antara Pemkab Kubar, Pemkab Kukar, dan Pemprov Kaltim agar tahapan ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Manfaat Jalur Alternatif Bagi Warga dan Logistik
Keberadaan jalan baru diyakini akan:
- Memangkas waktu tempuh antar wilayah
- Mempercepat arus logistik
- Memperkuat komunikasi antardaerah di Bumi Etam
:Memang mempersingkat waktu tempuh dan mempercepat arus logistik. Kita juga membantu menjembatani komunikasi tersebut,” tambah Ekti, politisi Partai Gerindra.
Proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas pedalaman Kaltim, sekaligus menjawab kebutuhan transportasi yang lebih efisien dan aman bagi masyarakat. (sobizz/pra)
- BERITA FOTO - Ekti Imanuel Turun ke Kubar, Sekolah Dapat Meubel Baru
- Pasokan BBM Kapal Sungai Mahakam Bermasalah, Ekti Minta Penanganan Berlanjut
- BERITA FOTO – Sehari Jelang Natal, Ekti Imanuel Kembali Datangi Mahulu! Kontraktor Jalan Diberi Deadline
- HUT ke-12 Mahakam Ulu, Ekti Imanuel: Infrastruktur Jadi Kunci Masa Depan




