ARUSBAWAH.CO - Kawasan Teras Samarinda Tahap II di tepian Sungai Mahakam secara fisik sebenarnya sudah mendekati selesai.
Struktur bangunan berdiri, jalur pedestrian tertata, hingga sejumlah fasilitas terlihat siap digunakan.
Namun hingga pertengahan Maret 2026, ruang publik baru ini masih belum dibuka untuk masyarakat.
Pemerintah Kota melalui Wali Kota Andi Harun memilih menahan peresmian, meskipun progres proyek disebut sudah hampir rampung.
Tak Mau Hanya Andalkan Laporan Proyek
Menurut Andi Harun, laporan administrasi proyek tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan untuk membuka fasilitas publik.
Ia menegaskan pentingnya memastikan kondisi di lapangan benar-benar sesuai dengan laporan yang diterima.
“Saya tidak ingin hanya membaca laporan di atas kertas. Saya harus melihat langsung di lokasi untuk memastikan semuanya benar-benar siap,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Sikap ini membuat pembukaan kawasan belum memiliki jadwal pasti.
Pemerintah kota masih menunggu hasil pengecekan langsung sebelum mengambil keputusan.
Detail Kecil Jadi Penentu Kelayakan
Meski pekerjaan konstruksi besar disebut telah rampung, sejumlah pekerjaan teknis kecil masih berlangsung di area proyek.
Namun bagi Andi Harun, detail kecil justru bisa menjadi penentu kenyamanan dan keamanan fasilitas publik.
Ia menilai, hal-hal sederhana seperti pemasangan baut, kerapian finishing, hingga kesiapan fasilitas pendukung tidak boleh diabaikan.
“Kadang yang kecil justru menentukan kenyamanan. Bisa saja ada baut yang belum terpasang sempurna atau bagian yang masih perlu dirapikan,” jelasnya.
Belajar dari Pengalaman Pasar Pagi Samarinda
Pendekatan hati-hati ini bukan tanpa alasan.
Andi Harun mengaku belajar dari pengalaman sebelumnya saat penataan kawasan Pasar Pagi.
Saat itu, peresmian sempat ditunda meskipun proyek telah dinyatakan selesai secara administratif.
Pasar Pagi Samarinda menjadi contoh bahwa laporan selesai belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Pengalaman sebelumnya mengajarkan bahwa laporan selesai belum tentu berarti semua benar-benar tuntas. Karena itu saya biasanya memeriksa sendiri,” tegasnya.
Menunggu FHO Sebelum Dibuka untuk Publik
Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda masih menutup akses masyarakat ke kawasan Teras Samarinda Tahap II.
Pembukaan baru akan dipertimbangkan setelah seluruh tahapan proyek benar-benar selesai, termasuk proses Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan.
Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan fasilitas benar-benar siap digunakan oleh publik.
Peninjauan Ulang Pekan Depan Jadi Penentu
Andi Harun dijadwalkan kembali meninjau lokasi pada awal pekan depan.
Hasil dari peninjauan tersebut akan menjadi dasar apakah kawasan sudah bisa dibuka atau masih memerlukan perbaikan tambahan.
Ia menegaskan, keputusan menunda pembukaan bukan sekadar soal teknis proyek, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan warga.
“Kalau memang sudah benar-benar siap tentu akan kita buka. Tapi kalau masih ada yang perlu diperbaiki, saya tidak akan memaksakan,” tutupnya. (isa)




