Advertorial

DPRD Samarinda

Proyek Drainase di Sempaja Utara Picu Kemacetan, DPRD Minta Warga Bersabar dan Waspada

Sabtu, 28 Juni 2025 16:27

MENJELASKAN - Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi

ARUSBAWAH.CO -  Adanya revitalisasi saluran drainase di Jalan Padat Karya, Sempaja Utara, atau di sekitar pintu masuk kawasan Bengkuring tengah berlangsung dan berdampak besar pada arus lalu lintas.

Kemacetan parah, terutama saat pagi dan sore hari, menjadi keluhan utama warga yang melintas di kawasan itu.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menyampaikan bahwa pekerjaan ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk menangani banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Samarinda, khususnya di kawasan padat penduduk.

Ia meminta masyarakat untuk memahami bahwa gangguan lalu lintas yang terjadi merupakan konsekuensi sementara dari pembangunan yang bersifat jangka panjang.

“Ini proyek vital untuk mencegah banjir. Tapi efek sampingnya memang mengganggu lalu lintas. Kami minta pengendara bisa menghindari lokasi proyek untuk sementara, agar tidak memperparah kemacetan,” jelasnya.

Jalan Padat Karya dikenal sebagai jalur penting yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas kota.

Dengan sebagian badan jalan digunakan untuk pengerjaan drainase, kendaraan terpaksa melewati jalur sempit yang menyebabkan antrean panjang, terutama di jam sibuk. Terlebih, di area tersebut, ada satu jalan masuk ke kawasan Bengkuring yang ramai penduduk. 

Soal proyek revitalisasi saluran air, Maswedi memperkirakan proses pembangunan akan berlangsung antara 3 hingga 6 bulan.

Ia menjelaskan bahwa durasi itu diperlukan karena volume pekerjaan besar dan spesifikasi teknis drainase harus benar-benar diperhitungkan agar hasilnya awet dan tidak mudah rusak ketika dilalui kendaraan berat di kemudian hari.

“Kalau belum cukup kuat, ya belum bisa dilewati. Harus benar-benar kokoh supaya tidak perlu dibongkar lagi dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalan yang sedang dibangun, serta mempertimbangkan jalur alternatif atau menyesuaikan waktu perjalanan.

“Jalur yang biasanya dua arah kini hanya bisa dilalui satu arah. Jadi wajar kalau terjadi kepadatan. Mohon dimaklumi,” ujarnya.

DPRD Kota Samarinda, lanjut Maswedi, akan terus memantau pelaksanaan proyek ini agar tidak melebihi tenggat waktu dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan. (adv)

Tag

MORE