Arus Publik

Diskusi Publik Arusbawah.co

Probebaya di Ujung Estafet Kekuasaan, Siapa Berani Lanjutkan Program RT Samarinda?

Rabu, 11 Februari 2026 13:15

FLYER - Flyer Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH, Bisa?/ Flyer oleh Arusbawah.co

"Pertama, apakah Probebaya akan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan Samarinda berikutnya?," kata Yakub. 

Selain itu, juga soal sejauh mana figur-figur potensial memahami konsep dan filosofi Probebaya

"Jika dilanjutkan, modifikasi apa yang perlu dilakukan? Jika dihentikan, adakah program alternatif yang lebih efektif bagi masyarakat RT?," jelas Yakub. 

“Jangan sampai program yang sudah berjalan ini hanya bergantung pada figur. Harus ada desain kebijakan yang kuat, supaya siapapun pemimpinnya, arah pemberdayaan masyarakat tetap jelas,” tegas Yakub lagi.

Catatan Kritis: Transparansi hingga Risiko Elite Capture

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah isu muncul bersinggungan dengan pelaksanaan Probebaya.

Di antaranya kritik soal transparansi, keterbatasan sasaran, hingga potensi elite capture di tingkat RT.

Yakub menyebut, diskusi ini justru ingin membedah persoalan itu secara terbuka.

Beberapa isu yang akan dibahas meliputi:

  • Kritik transparansi pengelolaan anggaran
  • Risiko penguasaan program oleh kelompok tertentu di tingkat RT
  • Kualitas SDM pengelola yang belum merata
  • Fokus pada infrastruktur kecil dengan dampak ekonomi yang dinilai masih lemah
  • Indikator keberhasilan yang terlalu administratif
  • Minimnya evaluasi independen
  • Potensi program dijadikan alat pencitraan politik

“Kalau ada celah, mari semua pihak bisa surakan untuk kita perbaiki. Kalau ada kekurangan,ayo dikuatkan. Tapi kalau memang ada desain yang harus diubah, ya kita rumuskan bersama. Ini forum terbuka, bukan forum penghakiman,” kata Yakub.

Menguji Komitmen Figur Potensial Pemimpin Samarinda

Diskusi publik ini juga menjadi ruang untuk menguji sejauh mana figur-figur potensial pemimpin Samarinda memahami Probebaya secara substansial, bukan sekadar sebagai program populer.

Peserta yang diundang berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, Pokja 30, perwakilan RT, anggota partai politik, mahasiswa, LSM, hingga pers.

Menurut Yakub, keberlanjutan program berbasis masyarakat tidak boleh ditentukan oleh kalkulasi elektoral semata.

Tag

MORE