“Beliau juga menyampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki banyak pecinta Al-Qur’an dan qori-qoriah terbaik di Indonesia. Karena itu beliau datang ke sini,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus membuka peluang kerja sama pembinaan lanjutan dengan dunia akademik di Mesir, termasuk jaringan pendidikan di lingkungan Al-Azhar.
Melalui hubungan tersebut, qori, qariah, dai hingga penghafal Al-Qur’an dari Kalimantan Timur berpeluang memperdalam ilmu melalui berbagai program kajian dan pelatihan di Mesir.
Meski demikian, Dasmiah menegaskan bahwa kunjungan ini tidak berkaitan langsung dengan program beasiswa resmi.
“Kalau beasiswa tidak ada hubungan langsung. Tetapi ini menjadi motivasi bagi qori dan qariah kita untuk memperdalam Al-Qur’an di Mesir,” jelasnya.

Safari Dakwah hingga IKN dan Balikpapan
Selama berada di Samarinda, Ahmed Saad Fatouh Al Ajmi dijadwalkan mengisi kajian di sejumlah masjid besar, termasuk kawasan Islamic Center Samarinda.
Selain itu, ia juga dijadwalkan memberikan kajian di kawasan Ibu Kota Nusantara sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan.
Rangkaian safari dakwah tersebut direncanakan berlangsung hingga 17 Maret 2026 sebelum sang imam kembali ke Mesir.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan tilawah para qori dan qariah Kalimantan Timur, tetapi juga memperdalam pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (sobizz/isa)
Tag




