- Data BPS Kaltim 2025 Ungkap Peta Perguruan Tinggi, Mahasiswa Terpusat di Samarinda dan Balikpapan!
- BKC, BKT, dan Gratispol, Rincian Anggaran Beasiswa Kaltim dari Alm Awang Faroek hingga Rudy Mas’ud
- Akademisi, Pihak Kampus, Pejabat, dan Jurnalis Duduk Semeja: HUT ke-4 Arusbawah.co Coba Hadirkan Percakapan Baru
Potensi Konflik Kepentingan dan Minimnya Keterlibatan Publik
Selain soal efisiensi, Buyung menyorot potensi konflik kepentingan dalam mekanisme seleksi penerima bantuan Gratispol Pendidikan.
Ia mengingatkan klausul rekomendasi yang memberi ruang bagi pejabat tertentu yakni gubernur, wakil gubernur, pimpinan DPRD, hingga sekretaris daerah untuk merekomendasikan calon penerima.
Menurut Buyung, celah itu bisa disalahgunakan untuk kepentingan jaringan atau keluarga.
“Jangan sampai TP2G ini juga tercemar dengan orang-orang yang terdahulu yang bermasalah kembali,” tegasnya.
Buyung juga menekankan minimnya keterlibatan publik dalam evaluasi dan monitoring.
Selama ini, menurutnya, pengawasan bersirkulasi di internal OPD tanpa ruang partisipasi bagi mahasiswa, media, dan masyarakat sipil sebagai pengawas independen.
Ia menuntut transparansi untuk daftar penerima, daftar perguruan tinggi yang terdaftar, mekanisme seleksi, serta laporan real time harus dipublikasikan agar masyarakat bisa ikut mengaudit.




