Namun, ia menekankan bahwa proses penyaluran bantuan tetap harus diawali dengan laporan resmi dan rinci dari tingkat RT hingga kecamatan agar pendataan benar-benar valid.
“Yang penting sekarang adalah mempercepat proses verifikasi data," katanya.
Diketahui, bencana banjir yang melanda Kota Samarinda kembali menimbulkan kerugian bagi petani dengan sekitar 50 hektar sawah di wilayah Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara terancam gagal panen akibat terendam air.
Manager Brigade Pangan Suluh Manuntung sekaligus Ketua Kelompok Tani Krida Karya Utama, Samarinda Adung KS Utomo mengungkapkan bahwa kawasan Lempake yang paling parah.
“Untuk wilayah sawah di Kecamatan Samarinda Utara, memang di Kelurahan Lempake yang terparah,” kata Adung Utomo.
Adung menjelaskan, wilayah yang paling terdampak meliputi kelompok tani di kawasan Betapus, Girirejo, hingga Muang Ilir.
Kondisi padi di lahan tersebut bervariasi, mulai dari yang baru hamil, mulai keluar malai, hingga siap panen.
“Bahkan, ada petani yang sudah memanen, namun hasil panennya ikut terendam dan hanyut,” ungkap Adung. (adv)
Tag



