ARUSBAWAH.CO - Perusahaan mana digeledah KPK yang berbuntut pada penyitaan 19 kendaraan mewah di Samarinda, Kalimantan Timur masih menjadi misteri saat ini.
Tim redaksi arusbawah.co mencoba menelusuri perihal aksi KPK dalam penggeledahan dan penyitaan tersebut.
Berbagai informasi muncul, termasuk soal dugaan perusahaan yang digeledah KPK.
Sejak Minggu (2/6/2024) hingga Senin (3/6/2024), tim redaksi terjunkan awak media ke lapangan, mengecek informasi terupdate soal penggeledahan dan penyitaan kendaraan mewah KPK itu.
Termasuk mendatangi dugaan lokasi kantor perusahaan yang digeledah KPK di Samarinda.
Info beredar didapatkan tim redaksi, lokasi kantor digeledah KPK itu, berada di Samarinda, berlokasi di salah satu gedung perkantoran yang beralamatkan selemparan batu dari Kantor DPRD Kaltim.
Senin hari ini, awak redaksi bertandang ke lokasi itu.
Pantauan redaksi, gedung lokasi perkantoran itu memiliki 4 lantai.
Perusahaan digeledah KPK itu, dikabarkan menyewa kantor di lantai 2 pada gedung perkantoran tersebut.
Suasana di gedung perkantoran itu sepi saat tim redaksi datangi lokasi pukul 15.30 WITA.
Hanya ada sekitar 5 orang berlalu lalang.
Kemudian, awak media datangi kantor yang diduga digeledah KPK itu, berlokasi di lantai 2.
Terlihat ada logo perusahaan tampak ketika pintu masuk dibuka. Warna hijau dan kuning mendominasi logo.
Ada pula poster alat berat yang dibingkai rapi di salah satu dinding kantor.
Kesulitan kemudian muncul ketika awak media menanyakan pihak-pihak yang ada di lokasi kantor tersebut.
Mereka tak ingin diwawancara, dan tak berani menjawab ketika ditanya.
Terus mencoba bertanya, perihal apakah lokasi kantor tersebut, sebelumnya pernah digeledah KPK.
Namun, tetap, pihak karyawan di kantor tersebut enggan memberikan keterangan lebih.
Tak habis akal, informasi kemudian muncul pada salah satu pekerja di gedung perkantoran, tempat kantor perusahaan tambang batubara itu menyewa.
Narasumber itu, bersedia memberikan informasi, namun, tak ingin identitasnya diungkap.
Dari keterangan pekerja itu, didapat informasi bahwa perusahaan diduga digeledah KPK itu bergerak di bidang pertambangan.
Perusahaan sudah menyewa space kantor sejak 2017 lalu.
Sosok pegawai yang berjenis kelamin wanita itu pun membenarkan adanya keramaian di tempat mereka bekerja beberapa hari lalu.
Saat kami menanyakan soal apakah itu berkaitan dengan KPK, ia mengiyakan.
Runtutan peristiwa pun diberitakan, dimana saat penggeledahan itu terjadi, melibatkan banyak pihak. Termasuk berdasarkan pengakuan sang pekerja, ada terlihat aparat keamanan, polisi dan tentara.
Kejadian itu, terjadi pada Rabu lalu.
"Iya benar ada, dari jam 11 siang udah ada beberapa pakai baju tentara, soalnya bertepatan ada demo saat itu. Kami kira mereka mau makan (di gedung perkantoran)," katanya.
Dugaan penggeledahan di kantor perusahaan tambang batubara itu, terjadi mulai pukul 11 siang. Persoalan kehadiran KPK, ia yakini karena saat bertanya kepada salah satu aparat kepolisian, hal itu dibenarkan.
"Ada bagian dari KPK, kata bapak polisi yang saya temui," ucapnya.
Saat terjadi penggeledahan, disebutnya, para karyawan was-was. Informasi yang mereka dapat, karyawan-karyawan yang ada di kantor digeledah KPK itu, sudah tak diperbolehkan keluar.
"Kami takut, kami kira ada masalah di gedung," ucapnya.
Dikatakan bahwa proses hadirnya keramaian di kantor diduga digeledah KPK itu, berlangsung tak sebentar.
Bahkan hingga malam hari, yakni mulai pukul 11 siang hingga setengah 9 malam.
"Sampai jam setengah 9 malam. Dikawal tentara dan kepolisian yang pakai baju-baju hitam," ucapnya.
Ketika selesai, ia menyebut ada dua mobil besar yang kemudian terlihat membawa beberapa barang. Ia menduga, barang itu adalah box besar.
"Mobil besar dua. Perkiraan ada enam orang. Saya kurang jelas melihatnya, entah itu box besi atau box plastik," katanya.
Perihal informasi yang disampaikan oleh pekerja yang diwawancarai tim redaksi ini, sudah disampaikan melalui sambungan telepon kepada Jubir KPK, Ali Fikri. Namun telepon yang tim redaksi lakukan belum menemui jawaban. Perihal pertanyaan pun sudah disampaikan melalui pesan WhatsApp, namun juga belum mendapatkan jawaban.
Diberitakan sebelumnya, usai ramainya dugaan aktivitas penyitaan kendaraan mewah oleh KPK di Samarinda, tersebut pula sosok nama berkaitan dengan kendaraan sitaan KPK itu.
Aktivitas penggeledahan dan penyitaan ini diduga berkaitan dengan kasus TPPU yang dilakukan oleh eks Bupati Kukar, Rita Widysari.
KPK diduga melakukan penggeledahan dan penyitaan barang mewah di Samarinda.
Penggeledahan dan penyitaan barang mewah jenis kendaraan itu dilakukan selama dua hari.
Lokasi yang dihimpun tim redaksi arusbawah.co, adalah di Citraland Samarinda dan di KS Tubun, serta salah satu kantor.
Penggeledahan dan penyitaan itu, hingga sampai pada 19 kendaraan mewah.
Belum mendapatkan rilis resmi dari KPK, tim redaksi mencoba menghubungi Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Samarinda, Ari Yuniarto.
Dibenarkan, barang sitaan KPK itu, awalnya akan dititipkan KPK ke Rupbasan.
Namun, dikarenakan kondisi tempat tak memungkinkan, hal itu urung dilakukan.
“Ada dari KPK, bukan dari penyidik, tapi dari Labuski (Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi) itu rencana mau menitipkan sitaan kendaraan roda empat dan dua,” kata Ari Yuniarto, Sabtu (1/6/2024).
“Pada waktu KPK datang, setelah ditinjau ternyata kantor kami tidak memenuhi syarat untuk tempat penitipan, akhirnya sama KPK dititipkan sama yang tersita. Jadi kami cuma diminta untuk melakukan pengecekan secara berkala, mengawasi saja di dua tempat,” katanya.
Dua tempat itu pun ia sebut.
“Di Citra land dan KS Tubun. Total 19 (kendaraan),” katanya.
Tim redaksi kemudian coba konfirmasi perihal Berita Acara Penyitaan (BAP), namun diminta untuk langsung konfirmasi ke penyidik atau pihak KPK saja.
“Oh nanti panjenengan langsung konfirmasi ke penyidiknya saja (KPK),” katanya.
Ari Yuniar kemudian juga sempat mendengar sekilas perihal tindak lanjut kasus yang dilakukan KPK itu.
Termasuk soal pihak yang menjadi tersita.
“Jadi, itu tersangkanya kalau sekilas itu adalah atas nama ini kan karena kasusnya Bu Rita, tetapi yang menjadi tersitanya yang di rumah Citraland itu atas nama Haji F. Yang satunya KS Tubun itu, lupa saya, kurang tahu,” katanya.
Diam-diam, selama dua hari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua lokasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Penggeledahan itu berbuah pula pada penyitaan puluhan mobil mewah.
Penggeledahan oleh KPK itu diduga sehubungan dengan tindak lanjut kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) eks Bupati Kukar, Rita Widyasari.

I. Sitaan KPK di Citra Land:
a. Mercedes Benz sebanyak 2 unit ;
b. BMW sebanyak 1 unit ;
c. Hummer sebanyak 1 unit ;
d. Jhon Cooper Works sebanyak 1 unit ;
e. Honda CRV sebanyak 2 unit ;
f. Toyota Velfire sebanyak 1 unit ;
g. X Pander Cross sebanyak 1 unit ;
h. Lamborghini sebanyak 1 unit ;
i. Pajero Sport sebanyak 1 unit.
a. Lamborghini sebanyak 1 unit ;
b. Toyota Harrier sebanyak 1 unit ;
c. Toyota Wrangler sebanyak 2 unit ;
d. Toyota Avanza sebanyak 1 unit ;
e. Hummer H 3 sebanyak 1 unit ;
f. Range Rover Evoque sebanyak 1 unit ;
g. Honda Forza ( motor ) sebanyak 1 unit
Hingga berita ditulis, tim redaksi masih coba gali informasi lebih lanjut perihal sitaan KPK dari penggeledahan di Samarinda, Kaltim ini, termasuk perihal sosok pihak pemilik kendaraan tersita. (pra)




