ARUSBAWAH.CO - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda memastikan tidak akan menaikkan tarif air kepada pelanggan meski biaya operasional perusahaan mengalami tekanan akibat meningkatnya penggunaan bahan bakar untuk genset selama terjadi pemadaman listrik.
Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, mengatakan hingga saat ini tarif air masih tetap berlaku sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan tidak ada rencana penyesuaian dalam waktu dekat.
Perumdam Tirta Kencana sebelumnya telah menerapkan peningkatan tarif air secara bertahap, dimulai sebesar 3 persen pada Maret 2026, kemudian meningkat menjadi 5 persen pada Mei, 7 persen pada Juli, dan ditargetkan mencapai 9 persen pada September 2026.
Sebagai bentuk kompensasi atas peningkatan tarif tersebut, perusahaan juga menghapus biaya abonemen secara bertahap hingga September, sehingga pelanggan nantinya hanya membayar tagihan sesuai dengan volume pemakaian air.
"Enggak ada, enggak ada (kenaikan tarif lagi). Tetap sekarang," tegas Kaharuddin saat ditemui usai rapat bersama Komisi II DPRD Samarinda, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, beban operasional Perumdam memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Selain dipengaruhi kondisi geopolitik yang berdampak pada harga bahan baku, perusahaan juga harus mengoperasikan genset ketika pasokan listrik dari PLN mengalami gangguan.
"Tadi sempat kita diskusikan karena kondisi sekarang ini terkait geopolitik," ujar Kaharuddin.
Tag



