Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga selaras dengan perlindungan lingkungan.
“Kolaborasi di Kutai Kartanegara bertujuan menyelaraskan pembangunan komoditas berkelanjutan di sektor sawit, kakao, kopi, karet, lada, dan lainnya, sekaligus menjaga hutan serta keanekaragaman hayati,” jelas Yeni.
Ia berharap kehadiran Solidaridad dapat membantu petani menuju sertifikasi komoditas berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta menarik investasi hijau jangka panjang ke Kutai Kartanegara.
Sinergi Pemerintah, Swasta, dan UMKM
Kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi pemangku kepentingan strategis. Selain dihadiri langsung oleh Bupati Kukar, acara tersebut diikuti Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran kepala dinas, serta perwakilan sektor swasta.
Sejumlah perusahaan besar seperti PT Rea Kaltim Plantation, Bayan Group, Evans Group, dan PT Pupuk Kaltim turut hadir, menunjukkan potensi kolaborasi rantai pasok yang inklusif dan berkelanjutan.
Produk-produk inovatif UMKM dan koperasi binaan Kalimantan Timur juga ditampilkan, mempertemukan langsung petani dengan calon pembeli dan investor.
Langkah ini mempertegas posisi Kutai Kartanegara sebagai daerah yang serius membangun ekonomi hijau, berbasis pertanian berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan petani rakyat. (red)
Tag




