Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa konsumsi masyarakat menjadi fokus utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2024.
Namun, pihak perbankan seperti BCA menilai bahwa judi online juga berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi.
Dosen Ekonomi ini, mengatakan bahwa judi online mengalihkan pengeluaran masyarakat dari kebutuhan sehari-hari ke aktivitas perjudian, yang berdampak negatif pada sektor konsumsi.
Selain itu, OJK juga mencatat total outstanding pinjaman online di Indonesia mencapai Rp69,39 triliun per Juli 2024, dengan Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan utang pinjol terbesar, mencapai Rp18 triliun.
Sebagian besar pinjaman online ini berasal dari perseorangan dengan tingkat kredit macet lebih dari 90 hari sebesar 3,09%.
Purwadi mengkritik kebijakan OJK yang belum mampu mengendalikan pertumbuhan pinjol dan paylater secara efektif.
"Sebenarnya layanan ini bisa menjadi solusi jika dikelola dengan benar. Namun, jika dibiarkan seperti sekarang, pinjol dan paylater justru akan menjadi ancaman bagi kesejahteraan masyarakat," tutup Purwadi. (ale)
Tag



