Menurut Purwadi, paylater adalah "Bayi Baru" yang lahir setelah maraknya pinjol dan judi online.
"Paylater, yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan dasar, kini lebih banyak digunakan oleh generasi Z untuk memenuhi gaya hidup, terutama dalam hal fashion," ungkapnya.
Purwadi juga menyoroti omzet dari pinjol dan paylater yang kini mencapai miliaran hingga triliunan rupiah.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa per Agustus 2024, utang masyarakat Indonesia di paylater mencapai Rp26,37 triliun.
OJK mencatat bahwa piutang paylater meningkat 89,20% year-on-year (yoy) menjadi Rp7,99 triliun, dengan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Mei hingga Agustus 2024 turut memperburuk daya beli masyarakat.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi mencapai 0,03% pada Mei dan terus meningkat hingga 0,18% pada Juli 2024.
Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,05% di kuartal II-2024, di bawah target pemerintah sebesar 5,2%.
Tag



