“Kami mengejar progres maksimal di Agustus dan September. Harapannya semua bisa rampung sebelum kuartal tiga berakhir,” jelasnya.
Untuk mempercepat penyebaran layanan, Pemprov Kaltim menerapkan pendekatan teknologi yang fleksibel.
Jika tersedia, desa akan disambungkan menggunakan jaringan fiber optik. Namun, untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur, pemerintah akan mengandalkan teknologi alternatif seperti jaringan wireless maupun layanan satelit Starlink.
Penentuan lokasi juga dilakukan secara strategis. Desa-desa yang lebih mudah dijangkau secara teknis diprioritaskan lebih dulu demi memastikan distribusi berjalan efisien.
“Kami fokus pada yang paling cepat bisa dijangkau dulu. Kalau bisa cepat pasang, itu yang kita garap lebih dulu,” tegas Faisal.
Langkah ini menegaskan keseriusan Pemprov Kaltim dalam menjembatani kesenjangan digital dan membuka akses informasi serta pelayanan publik berbasis internet hingga ke pelosok daerah. (adv)
Tag



