Ia juga memastikan tabung bocor maupun tidak layak edar telah dipisahkan sebelum distribusi ke masyarakat.
“Kalau tabung bocor, kami ketika melakukan penutupan, kami sortir dari dinding tabungnya. Jadi ketika tabung itu tidak layak edar, kami sudah pisahkan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya memastikan uji kelayakan tabung dilakukan secara berkala setiap lima tahun.
“Jadi kita uji tabungnya setiap lima tahun sekali. Namun apabila dalam kurun lima tahun ini kita lihat secara fisik sudah harus dilakukan pengafkiran, maka kita akan masukkan itu ke dalam daftar untuk dicek,” katanya.
Jelang Iduladha, pihak SPBE juga memastikan akan ada penambahan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ada penambahan pasokan nanti,” pungkasnya.
Harga Bapok Masih Stabil
Selain meninjau SPBE, rombongan sidak juga mengecek kondisi Pasar Segiri dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Saefuddin menyebut secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil meski terdapat kenaikan di sejumlah komoditas.
“Alhamdulillah kalau bahan-bahan pokok memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan. Masih di ambang batas normal,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan adanya penurunan daya beli masyarakat yang turut dikeluhkan para pedagang.
“Ada beberapa hal, contohnya seperti yang disampaikan oleh pedagang, adalah sekarang ini konsumsinya. Konsumsi pembeli itu menurun. Mungkin karena keuangan ataupun pembeli, tapi masih di ambang batas, masyarakat masih aman,” jelasnya.
Dalam sidak tersebut, rombongan juga meninjau pembangunan Pasar Segiri pascakebakaran.
Menurut Saefuddin, kondisi bangunan pasar kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah lantainya sudah bagus, atapnya sudah bagus. Pendataan ini kan bertahap untuk mengisi petak-petak yang harus diisi,” tutupnya. (raf)
Tag



