Arus Publik

Samarinda Terkini

Pemkot Samarinda Temukan Dugaan Selisih Timbangan LPG 3 Kg Saat Sidak Jelang Iduladha

Jumat, 22 Mei 2026 18:56

TEMUKAN SELISIH - Pengisian tabung gas LPG 3 kg di SPBE Tanah Merah dan kolase Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri - Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan/ISTIMEWA

ARUSBAWAH.CO -  Sidak bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Samarinda menemukan dugaan ketidaksesuaian hasil timbangan pada pengisian LPG 3 kilogram di SPBE Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (21/5/2026).

Temuan tersebut mencuat saat rombongan Pemerintah Kota Samarinda bersama Satgas Pangan, kepolisian, dan pihak terkait melakukan pengecekan langsung terhadap proses pengisian tabung gas subsidi.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan persoalan utama yang ditemukan dalam sidak kali ini berada pada alat timbang pengisian LPG.

“Kebetulan ada hal-hal yang harus disikapi kaitannya dengan peralatan-peralatan yang harus dikalibrasi,” bebernya kepada awak media.

Ia menyebut terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait peralatan pengisian LPG yang harus dipastikan dalam kondisi terkalibrasi dengan baik.

Menurutnya, ditemukan dugaan kelalaian yang menyebabkan alat timbang mengalami kesalahan pengukuran.

“Tadi ada beberapa yang kita terima, salah satu kelalaian dari produsen, kenapa sampai untuk menghitung timbangan itu ada sampai error. Ini yang harus diperbaiki,” ujar orang nomor dua di Kota Samarinda ini.

Menurut Saefuddin, proses kontrol terhadap alat timbang seharusnya dilakukan secara rutin sebelum aktivitas pengisian dijalankan.

“Seharusnya ini tidak perlu terjadi kalau kontrolnya itu bagus. Harapan kita pihak produsen dan teman-teman yang lain bisa koordinasi dengan baik untuk bagaimana perbaikan selanjutnya,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan masyarakat menerima LPG sesuai dengan takaran yang seharusnya.

“Nanti dari satgas juga akan koordinasi bagaimana untuk kalibrasi dengan baik, untuk mendapatkan kejelasan kepada masyarakat. Yang jelas mulai dari masuk yang kosong, terisi berapa, keluarnya berapa. Nah, itulah yang harus kita teliti,” tegasnya.

Satgas Pangan Dalami Temuan

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut dan belum dapat menyimpulkan adanya pelanggaran.

“Perlu kami sampaikan di sini, bahwasanya terkait dengan selisih. Kita katakan selisih itu setiap tabung yang masuk ada batas kewajaran,” ujarnya.

Untuk memastikan kesesuaian isi, tabung kosong terlebih dahulu ditimbang sebelum proses pengisian dilakukan.

Setelah terisi, tabung kembali ditimbang menggunakan alat ukur yang telah dikalibrasi.

“Tabung kosong dan tabung isi itu masing-masing dilaksanakan penimbangan dengan alat timbang yang sudah dikalibrasi,” katanya.

Meski begitu, Agus memastikan seluruh hasil temuan akan ditindaklanjuti bersama Satgas Pangan untuk memastikan hak konsumen tetap terlindungi.

“Itu nanti kita masih akan lakukan pengecekan secara keseluruhan. Tentunya hasil temuan di lapangan, teman-teman satgas nanti kita akan koordinasi dulu,” jelasnya.

SPBE Sebut Temuan Ada di Timbangan

Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut VII Gas Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, M. Angga Dexora, mengakui adanya perbedaan hasil timbang saat pengecekan dilakukan.

Namun ia menegaskan persoalan tersebut masih harus dikaji lebih lanjut bersama instansi terkait.

“Baik, tadi dari hasil pengecekan bersama ada beberapa hal yang perlu kita sikapi. Nah, ini nanti kami tidak bisa memberikan hasilnya seperti apa, karena kami perlu koordinasi dulu dengan instansi terkait,” ujarnya.

Menurut Angga, alat timbang yang digunakan sebenarnya sudah melalui proses tera resmi. Namun terdapat ketidaksesuaian hasil saat pengecekan berlangsung.

“Tadi masalahnya di timbangan. Nah, ini ada ketidaksesuaian,” katanya.

“Nah, tapi kita perlu mengetahui secara berkala apakah benar seperti apa, apakah timbangannya berbeda," sambungnya. 

Dikatakan Angga, seluruh alat timbang yang digunakan sebenarnya telah ditera atau diuji kelayakan ukurannya.

"Jadi timbangan kita sudah ditera. Nah, timbangan dari timbangan lainnya juga sudah ditera. Cuma ternyata tadi ada perbedaan, kita masih perlu cek lagi keakurasiannya,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah selisih ditemukan di tingkat pangkalan atau SPBE, Angga menegaskan temuannya berada pada proses penimbangan di lokasi pengisian.

“Untuk selisihnya itu, temuannya di timbangan di sini (SPBE),” tegasnya.

Ia juga memastikan tabung bocor maupun tidak layak edar telah dipisahkan sebelum distribusi ke masyarakat.

“Kalau tabung bocor, kami ketika melakukan penutupan, kami sortir dari dinding tabungnya. Jadi ketika tabung itu tidak layak edar, kami sudah pisahkan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya memastikan uji kelayakan tabung dilakukan secara berkala setiap lima tahun.

“Jadi kita uji tabungnya setiap lima tahun sekali. Namun apabila dalam kurun lima tahun ini kita lihat secara fisik sudah harus dilakukan pengafkiran, maka kita akan masukkan itu ke dalam daftar untuk dicek,” katanya.

Jelang Iduladha, pihak SPBE juga memastikan akan ada penambahan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ada penambahan pasokan nanti,” pungkasnya.

Harga Bapok Masih Stabil

Selain meninjau SPBE, rombongan sidak juga mengecek kondisi Pasar Segiri dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Saefuddin menyebut secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil meski terdapat kenaikan di sejumlah komoditas.

“Alhamdulillah kalau bahan-bahan pokok memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan. Masih di ambang batas normal,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan adanya penurunan daya beli masyarakat yang turut dikeluhkan para pedagang.

“Ada beberapa hal, contohnya seperti yang disampaikan oleh pedagang, adalah sekarang ini konsumsinya. Konsumsi pembeli itu menurun. Mungkin karena keuangan ataupun pembeli, tapi masih di ambang batas, masyarakat masih aman,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, rombongan juga meninjau pembangunan Pasar Segiri pascakebakaran.

Menurut Saefuddin, kondisi bangunan pasar kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah lantainya sudah bagus, atapnya sudah bagus. Pendataan ini kan bertahap untuk mengisi petak-petak yang harus diisi,” tutupnya. (raf)

Tag

MORE