ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Seleksi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Da’i Angkatan VI untuk tahun 2026.
Program ini menjadi langkah berkelanjutan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendamping keagamaan, terutama di desa-desa yang masih kekurangan tenaga da’i.
Pembukaan kegiatan telah dimulai sejak Rabu (26/11/2025) di Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan enam tahun dan fokus menyasar desa-desa yang belum memiliki pendamping syiar Islam.
Pada seleksi 2025, tercatat 51 peserta dari 15 kecamatan ikut serta, dengan prioritas penempatan di wilayah yang belum memiliki da’i.
“Pelaksanaannya belum sepenuhnya maksimal karena masih ada desa yang belum mengirimkan calon atau belum menemukan tokoh yang siap ikut program,” ujarnya.
Untuk 2026, Pemkab Kukar menargetkan dapat menyiapkan 50 da’i dan da’iyah yang akan ditugaskan ke desa-desa yang masih membutuhkan.
Skemanya, peserta yang dikirim oleh desa dan lolos seleksi akan kembali bertugas di desa asal mereka.
“Misalnya suatu desa mengirim tiga peserta tetapi yang lolos dua orang, maka dua peserta yang lulus itulah yang akan kembali menjalankan tugas sebagai pendamping keagamaan di desanya,” jelas Dendy.
Saat ini, dari total 193 desa di Kukar, sekitar 40 desa belum memiliki da’i, termasuk beberapa wilayah di Kecamatan Tabang dan Kota Bangun Darat.
Seleksi tahun ini mencakup tiga materi utama dengan melibatkan tim penilai dari MUI, NU, Muhammadiyah, DMI, dan Kementerian Agama.
Seluruh hasil penilaian nantinya akan diserahkan kepada Pemkab Kukar.
“Kita berharap kehadiran para da’i ini dapat memperkuat pembangunan spiritual dan pembinaan keagamaan masyarakat desa di seluruh Kukar,” tutupnya.
(adv)




