Arus Publik

Peletakan Batu Pertama GKII Geleo Baru, Ekti Imanuel: Gereja Perkuat Moral dan Persaudaraan

FOTO BERSAMA - Prosesi peletakan batu pertama pembangunan gereja di Kampung Geleo Baru, Kabupaten Kutai Barat/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Bagi jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Geleo Baru, Rabu (22/7/2026), bukan sekadar hari dimulainya pembangunan sebuah gedung.

Hari itu menjadi penanda lahirnya harapan baru yang selama ini mereka nantikan.

Doa-doa dipanjatkan, pujian menggema, dan wajah-wajah penuh sukacita mengiringi prosesi peletakan batu pertama pembangunan gereja di Kampung Geleo Baru, Kabupaten Kutai Barat.

Di tengah kebersamaan itu, hadir Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, yang turut mengikuti ibadah bersama jemaat sebelum meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan rumah ibadah tersebut.

DOA BERSAMA - Doa bersama dalam proses peletakan batu pertama pembangunan gereja di Kutai Barat/ HO to Arusbawah.co

 

Kehadirannya disambut hangat Ketua GKII Daerah Mahakam Benuaq Kutai Barat (DMKB), Pdt. Damianus Dedi, bersama para jemaat yang berharap gereja baru itu segera berdiri dan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat.

Bagi Ekti Imanuel, pembangunan gereja bukan sekadar mendirikan bangunan fisik.

Lebih dari itu, gereja merupakan tempat yang membentuk karakter, memperkuat iman, dan menjaga persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Rumah ibadah bukan hanya tempat berdoa. Di sinilah nilai-nilai kehidupan, kasih, dan kebersamaan terus ditanamkan kepada setiap generasi. Karena itu, saya berharap pembangunan GKII Geleo Baru dapat berjalan lancar dan menjadi berkat bagi seluruh jemaat," ujar Ekti Imanuel.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat. Setelah ibadah bersama, satu per satu undangan meletakkan batu sebagai tanda dimulainya pembangunan gereja yang telah lama diimpikan jemaat.

Suasana penuh harapan begitu terasa.

Senyum, doa, dan semangat gotong royong menyatu dalam keyakinan bahwa pembangunan gereja bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi seluruh jemaat dan masyarakat.

Ekti menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi modal utama untuk menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut.

"Yang paling penting dari sebuah pembangunan bukan hanya berdirinya gedung, tetapi semangat kebersamaan masyarakat yang ikut membangunnya. Saya melihat semangat itu tumbuh kuat di Geleo Baru, dan itu adalah kekuatan yang harus terus dijaga," katanya.

Ia juga berharap kehadiran gereja nantinya mampu menjadi ruang pembinaan moral, memperkuat toleransi, sekaligus melahirkan generasi yang memiliki karakter serta kepedulian terhadap sesama.

"Semoga gereja ini nantinya menjadi rumah yang menghadirkan damai, mempererat persaudaraan, dan menjadi tempat lahirnya generasi yang beriman serta mencintai sesama. Pemerintah dan DPRD tentu akan terus mendukung setiap upaya yang memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat," tuturnya.

Pembangunan GKII Geleo Baru diharapkan menjadi tonggak baru bagi pelayanan gereja di wilayah tersebut.

Dengan dukungan tokoh agama, masyarakat, dan seluruh jemaat, rumah ibadah itu diharapkan segera berdiri sebagai simbol kokohnya iman, persaudaraan, dan semangat gotong royong masyarakat Kutai Barat. (sobizz/red)

 

Tag

MORE