ARUSBAWAH.CO - Dugaan peredaran beras oplosan di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berdampak nyata ke pedagang kecil di Kota Samarinda.
Sejumlah pedagang di Pasar Segiri mengaku mengalami penurunan penjualan signifikan sejak isu tersebut ramai di media sosial Instagram dan TikTok.
Meski dua merek yakni Mawar Sejati Premium dan Rambutan Premium, disebut dalam kasus di Balikpapan belum ditemukan di Samarinda, kekhawatiran konsumen sudah meluas.
Pedagang Mulai Tertekan, Penjualan Menurun
Adam, salah satu pedagang beras eceran di Pasar Segiri, mengaku situasi ini membuat pedagang kecil seperti dirinya tertekan dan serba salah.
"Saya jual merek Sania juga. Ada langganan saya mau beli, tapi ia lihat di medsos katanya itu merek itu termasuk yang diisukan oplosan, langsung batal beli. Saya sampai harus tawarkan merek lain," ungkap Adam, saat ditemui di lapak oleh wartawan Arusbawah.co pada Senin, (28/7/2025) sore.
Ia mengatakan, sudah seminggu terakhir pembeli mulai ragu membeli beras merek tertentu seperti Sania dan Fortune, yang ikut disebut di video viral di media sosial.
Adam bercerita, salah satu pelanggannya bahkan urung membeli beras merek Sania setelah melihat informasi di TikTok.
“Aku sudah jelasin kalau yang aku jual ini asli. Tapi si Ibu tetap enggak mau, katanya lebih baik ganti merek lain,” ujarnya.
Menurut Adam, dari delapan merek beras yang ia jual, hanya Sania yang penjualannya menurun drastis.
Stok Sania di tokonya tinggal 10 kilogram dan belum laku-laku.
“Yang lain alhamdulillah lancar, karena enggak ada disebut di isu itu,” katanya.
Ia juga mengungkap omzet penjualannya menurun drastis akibat isu itu.
“Pembeli kasihan juga, sudah takut, padahal kita juga enggak tahu apa-apa. Kita cuma jual,” tambahnya.
- Janji Seragam Gratispol Rudy Mas’ud Tak Semua Siswa Dapat di 2025, Kadisdikbud: Boleh Pinjam Seragam Kakaknya
- Sekolah Haram Hukumnya Bisnis Jual Beli Seragam ke Siswa Baru? Kalau Koperasi......
- Disidak Wali Kota, Cek Rincian Harga Barang yang Ditawarkan SMP 8 Samarinda ke Siswa Baru! Tes Psikologi Rp 150 Ribu
Pedagang Lain Juga Terimbas Ketakutan Konsumen
Burhan, pedagang lain di lokasi yang sama, mengaku sudah mendengar kabar soal 21 merek beras yang diduga oplosan.
Namun ia hanya tahu dari grup WhatsApp keluarga.
“Saya tahunya dari media saja. Belum tahu pasti merek-mereknya apa saja,” ucap Burhan di lapaknya.
Ia menambahkan, beberapa hari lalu memang ada pengecekan dari Dinas Pangan, namun bukan soal oplosan, melainkan pengecekan harga sesuai standar.
Soal kualitas, Burhan menegaskan selama ini tidak pernah menerima beras yang mencurigakan.
Basuki, pedagang beras lainnya yang juga ditemui wartawan Arusbawah.co, menyebut harga beras memang sudah naik sebelum isu oplosan muncul.
Pasokan dari Sulawesi dan Surabaya juga belum stabil.
“Sekarang harga tergoyang. Pembeli ya biasa nawar-nawar. Tapi karena harga naik dan ada isu begini, makin berat kita jualan,” keluhnya.
Ia masih menjual merek Sania dan jempol, namun belum ada komplain langsung dari pembeli.
“Pembeli masih tanya-tanya saja. Tapi memang sekarang pasar agak susah,” katanya.
Pemkot Samarinda Belum Ada Temuan Beras Oplosan
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, memastikan belum ada temuan beras oplosan di Samarinda.
“Alhamdulillah sampai hari ini kami belum menerima laporan soal beras oplosan dari tim kami di lapangan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada malam harinya.
Namun, ia menyatakan pihaknya tetap siaga menyikapi kondisi ini, terutama karena kasus di Balikpapan sudah masuk proses hukum.
Nurrahmani menyebut bahwa rapat inflasi mingguan kemungkinan besar akan membahas isu itu lebih lanjut.
“Kalau nanti memang ditemukan indikasi di lapangan, pasti kami turun bersama tim inflasi,” tegasnya.
Kasus Beras Oplosan: 800 Karung Diamankan di Balikpapan
Diketahui, isu beras oplosan ini pertama kali muncul setelah Polda Kaltim menetapkan seorang pelaku berinisial H.MA di Balikpapan karena menjual beras dengan mutu tak sesuai label.
Total ada 800 karung beras diamankan, termasuk dua karung yang dibeli konsumen dan dilaporkan tak layak konsumsi.
(wan)
- Lengah Bertahun-Tahun, Tambang Ilegal di IKN Terbongkar—Publik Soroti Mandulnya Pengawasan Negara
- Janji Seragam Gratispol Rudy Mas’ud Tak Semua Siswa Dapat di 2025, Kadisdikbud: Boleh Pinjam Seragam Kakaknya
- Edy Kurniawan Lawan Eks Bos Garuda di Bursa Direksi MMPKT: Bekas Dirut Pertamina pun Belum Tentu Sukses di Sini




