“Semua gedung pemerintah harus punya alarm dan APAR,” tegasnya.
Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan bukan hanya dari sisi peralatan, tapi juga dalam penerapan prosedur penanggulangan serta kecepatan respons sumber daya manusia yang ada.
Menurut Seno, kemampuan merespons secara cepat dan sistem kerja yang teratur adalah elemen krusial untuk menekan risiko dan kerugian.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur, RSUD Abdul Wahab Sjahranie memegang peran sentral dalam sistem kesehatan regional.
Walaupun titik api berada di area yang tidak aktif, manajemen rumah sakit tetap diminta mempertahankan protokol keselamatan yang tinggi, mengingat rumah sakit melayani ribuan pasien setiap harinya.
Pemprov Kaltim berharap proses evaluasi dan pembenahan bisa dijalankan segera, tidak hanya di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, tetapi juga di seluruh fasilitas pelayanan publik lainnya, sebagai bentuk antisipasi terhadap kejadian serupa di masa mendatang. (adv)
Tag



