ARUSBAWAH.CO - Kondisi lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Timur terpantau mulai kondusif pada Rabu pagi (22/04/2026).
Meskipun massa aksi yang menggelar demonstrasi pada 21 April kemarin telah membubarkan diri, dampak fisik yang ditinggalkan masih terlihat jelas di berbagai sudut fasilitas publik tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada pukul 09.20 WITA, proses pemulihan fisik sedang berlangsung di tengah sisa-sisa kerusakan.
Vandalisme Bahan Gemuk Menyasar Pimpinan Daerah
Kerusakan yang paling mencolok terlihat pada pilar-pilar putih yang memagari Kantor Gubernur.
Pilar-pilar tersebut dipenuhi oleh aksi corat-coret berupa coretan hitam pekat yang dibuat menggunakan bahan gemuk atau pelumas kental.
Penggunaan material ini membuat noda sangat lengket dan meresap ke dalam pori-pori tembok, sehingga sulit untuk dibersihkan dengan air biasa.
Secara spesifik, isi coretan tersebut menyasar nama pimpinan daerah Kaltim dengan kalimat-kalimat makian yang keras.
Beberapa tulisan yang terpantau di pilar pagar diantaranya berbunyi nada makian tajam.
Coretan serupa tidak hanya ditemukan pada pagar utama, tetapi juga merusak visual Tugu Peringatan HUT ke-70 dan pilar daftar Mimpi Kalimantan Timur yang berada di area depan kantor.
Petugas Berjibaku Bersihkan Sisa Aksi
Merespons kondisi tersebut, terpantau puluhan petugas cleaning service berseragam merah dikerahkan untuk melakukan pembersihan sejak pagi tadi.
Para petugas terlihat bekerja ekstra dengan menyikat pilar-pilar pagar secara manual menggunakan cairan pembersih khusus.
Sulitnya melunturkan bahan gemuk membuat satu pilar membutuhkan dua sampai tiga petugas agar warna putih tembok kembali muncul.
Di saat yang sama, petugas kebersihan di dalam halaman kantor juga masih terus menyisir sisa-sisa sampah kecil yang tertinggal.
Meski area aspal jalan utama sudah tampak bersih, terpantau beberapa karung sampah berukuran besar masih tergeletak di depan area kantor gubernur.
Karung-karung berisi limbah sisa aksi tersebut dikumpulkan di satu titik untuk menunggu giliran pengangkutan oleh armada kebersihan.
Kerusakan Taman dan Area Hijau
Dampak dari kerumunan massa pada hari sebelumnya juga terlihat nyata pada estetika area hijau di seputaran kantor gubernur.
Tanaman-tanaman hias yang biasanya tertata rapi kini terpantau rusak parah, patah, dan hancur.
Banyak tanaman yang tercabut dari akarnya akibat terinjak-injak massa.
Kondisi tanah di area taman tersebut tampak padat dan gundul di beberapa titik, menyisakan pemandangan yang kontras dengan kemegahan gedung di belakangnya.
Status Keamanan dan Akses Jalan
Dari sisi keamanan, otoritas terkait terpantau belum melepas barikade pengaman.
Kawat berduri masih terpasang melingkar rapat di atas pagar kantor, mulai dari sisi kanan, area depan, hingga menjalar ke area belakang gedung.
Selain itu, terdapat tumpukan besi kawat berduri yang masih tergeletak di samping kiri pagar kantor dan belum dievakuasi dari trotoar.
Meskipun terdapat kerusakan fisik pada bangunan dan taman, arus lalu lintas di depan Kantor Gubernur, tepatnya di Jalan Gajah Mada, sudah kembali normal dan lancar.
Tidak ada lagi hambatan material atau kerumunan yang menutup akses publik.
Pengendara roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan bebas, beriringan dengan upaya berkelanjutan dari para petugas dalam memulihkan kebersihan wajah Kantor Gubernur Kalimantan Timur pagi ini. (son)
- Jelang Aksi Massa 21 April: Kantor Gubernur Kaltim Disterilisasi, Wartawan Boleh Masuk tapi Dokumentasi Dibatasi Petugas
- Pilihan Pasang Kawat Berduri Tuai Kritik, Munculkan Persepsi Aspirasi Publik Seolah Ancaman
- Rencana Makan Minum Biro Umum 2025 Tembus Rp 26,5 Miliar! Realisasinya Rp 16 Miliar di Inaproc




