Arus Daerah

Pamali hingga Misteri Kota Saranjana, Ini Kumpulan Mitos di Kalimantan Selatan

Ada Pandangan Masyarakat dan Akademisi soal Kota Saranjana

Kamis, 2 Oktober 2025 15:58

MITOS - Potret Siring Menara Pandang di Banjarmasin dan Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Simak Kumpulan Mitos dari Kalimantan Selatan (Foto: IST)

ARUSBAWAH.CO - Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya, tetapi juga menyimpan ragam cerita mistis dan mitos yang diwariskan turun-temurun.

Salah satu yang masih lekat dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya suku Banjar, adalah pamali.

Pamali merupakan larangan atau pantangan yang dipercaya bisa mendatangkan musibah jika dilanggar.

Dari menolak makanan, larangan membawa anak kecil ke hutan, hingga kisah menyeramkan tentang kota gaib Saranjana, semua ini menjadi bagian dari tradisi dan keyakinan yang menambah kisah budaya Kalimantan Selatan.

Berikut beragam mitos yang hadir dari Kalimantan Selatan:

1. Pamali Menolak Makanan (Kepuhunan)

Istilah kepuhunan dipakai masyarakat Kalimantan untuk menggambarkan sebuah kepercayaan unik.

Menurut mereka, menolak makanan yang sudah diberikan orang lain bisa mendatangkan musibah, terutama berupa kecelakaan.

Karena itu, sekadar mencicipi makanan yang ditawarkan dianggap sebagai cara untuk menolak bala.

Ada pula tradisi lain, yakni dengan menjilat ujung jari lalu menyentuhkannya ke leher sebagai simbol penangkal.

Namun, pantangan paling serius muncul saat yang ditolak adalah secangkir kopi.

Konon, menolak kopi bisa berujung pada bahaya besar, bahkan sesuatu yang diyakini mendekati kematian.

Maka dari itu, sebaiknya jangan pernah mengabaikan tawaran kopi, apalagi jika Anda hendak melakukan perjalanan.

2. Pantangan Minum Kopi Sampai Habis

Kopi memang jadi minuman favorit banyak orang, tapi di Kalimantan ada kepercayaan unik yang menyertainya.

Jika seseorang, terutama orang asing atau yang baru dikenal, menawarkan kopi, sebaiknya jangan pernah menghabiskannya sampai tetes terakhir.

Biarkan sedikit tersisa, karena dipercaya dapat menangkal hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Konon, kebiasaan ini berhubungan dengan upaya menghindari guna-guna atau ilmu hitam, sebab masyarakat percaya makanan dan minuman kerap dijadikan media oleh pihak yang berniat jahat.

Menariknya, sebagian masyarakat Kalimantan meyakini bahwa larangan ini tak hanya berlaku pada kopi saja.

Segala jenis makanan atau minuman yang diberikan orang lain juga dianggap bisa menjadi sarana ilmu hitam, sehingga aturan pamali ini mencakup hampir semua hidangan.

3. Larangan Bawa Anak ke Hutan

Salah satu larangan dalam mitos pemali adalah membawa anak kecil masuk ke dalam hutan.

Konon, hal itu diyakini bisa membuat sang anak menjadi sasaran gangguan makhluk gaib yang mendiami kawasan tersebut.

Bukan hanya itu, dipercaya pula anak kecil berisiko tersesat ke dalam dimensi lain yang tak bisa terlihat oleh mata manusia pada umumnya.

Karena itulah, para orang tua selalu diingatkan untuk tidak membawa anak-anak mereka saat memasuki hutan.

4. Tak Boleh Jalan Berjejer

Dalam pemali Banjar, terdapat pula pantangan untuk berjalan dengan posisi berjejer.

Masyarakat percaya, larangan ini dimaksudkan agar orang yang sedang berjalan tidak tanpa sengaja menabrak atau mengganggu makhluk gaib yang mungkin berada di sekitar mereka jika berjalan lurus berderet.

5. Jangan Tidur di Tempat Imam Salat

Pantangan lain yang dipercaya masyarakat Banjar adalah larangan tidur di posisi imam salat.

Meski masjid dan musala sering menjadi tempat singgah sekaligus beristirahat bagi para jamaah atau pendatang, area khusus imam tetap dianggap sakral.

Konon, siapa saja yang nekat tidur di tempat tersebut berisiko mengalami hal gaib, bahkan bisa dipindahkan ke lokasi lain oleh makhluk tak kasat mata.

6. Main Petak Umpet di Waktu Senja

Salah satu larangan dalam mitos pemali Banjar adalah tidak boleh bermain petak umpet pada waktu sore hari.

Tag

MORE