Dalam kesempatan yang sama, yakni saat sesi diskusi, Iswandi juga sempat melempar candaan yang mengaitkan dirinya dengan Helmi.
Canda itu muncul saat mikrofon yang digunakannya beberapa kali mati.
Ia kemudian berkelakar karena saat sesi Helmi berbicara, tidak ada kendala mikrofon tiba-tiba mati.
"Waktu Pak Helmi ngomong enggak mati-mati ini ya. Ini saya ngomong mic-nya mati-mati ini, Pak," ucapnya disambut gelak tawa peserta.
"Wah, ada tim Pak Helmi di belakang. Nah, ini mulai, Pak Helmi memang ngeri gerilyanya," canda Iswandi sembari tertawa.
Tak berhenti di situ, Iswandi kemudian menambahkan, "Mudah-mudahan kita berjodoh nanti, Pak."
Tak lama kemudian, ia kembali berkelakar, "Masih lama. Tenang, saya sudah ada di sini."
Secara hitungan politik sendiri, PDI Perjuangan belum bisa mengusung calon sendiri di Pilwali Samarinda.
Partai berlambang banteng moncong putih itu hanya memiliki enam kursi di DPRD Samarinda.
Jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki minimal 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara sah hasil Pemilu DPRD untuk dapat mengusung pasangan calon kepala daerah.
Dengan komposisi 45 kursi DPRD Kota Samarinda, ambang batas tersebut setara dengan 9 kursi.
Artinya, partai yang memiliki kurang dari 9 kursi harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon wali kota.
PDI Perjuangan Siapkan Kader Sendiri
Iswandi memastikan PDI Perjuangan menargetkan mengusung kader sendiri pada Pilwali Samarinda mendatang.
Meski keputusan akhir berada di tangan DPP PDI Perjuangan, DPC dan DPD akan lebih dahulu mengusulkan nama-nama yang dinilai layak.
"DPD nanti mengusulkan, tetapi yang memutuskan tetap DPP," jelas Iswandi.
Tag



