ARUSBAWAH.CO - Perusahaan modal ventura (PMV) dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Kajian Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan aktivitas investasi modal ventura sepanjang 2020-2025 berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp350,97 triliun dan menciptakan 1,35 juta lapangan kerja.
Selain itu, investasi modal ventura menghasilkan peningkatan output ekonomi sebesar Rp340,41 triliun, pendapatan masyarakat Rp349,15 triliun, surplus usaha Rp178 triliun, pendapatan tenaga kerja Rp171,15 triliun, serta penerimaan pajak bersih Rp1,83 triliun.
Kontribusi terhadap ekspor juga tercatat mencapai Rp15,29 triliun.
Menjadi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM dan Startup
Dalam laporan tersebut, CELIOS menilai modal ventura tidak hanya berfungsi sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi startup dan UMKM, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi digital dan mendorong inovasi nasional.
Peran ini semakin penting karena masih banyak pelaku usaha yang belum mampu mengakses pembiayaan formal dari lembaga keuangan konvensional.
Kajian itu mencatat UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan sekitar 97 persen lapangan kerja.
Namun, hanya sekitar 30 persen atau 19,4 juta UMKM yang memiliki akses terhadap pembiayaan formal.
Dalam kondisi tersebut, modal ventura dinilai mampu menjadi solusi karena pembiayaannya tidak bergantung pada agunan, melainkan pada potensi pertumbuhan usaha.
Efek Pengganda bagi Berbagai Sektor
CELIOS menyebut kontribusi ekonomi yang dihasilkan modal ventura menunjukkan adanya efek pengganda (multiplier effect) yang luas terhadap perekonomian nasional.
Aktivitas investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan penerima pendanaan, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga pertumbuhan sektor-sektor pendukung lainnya.
Menurut kajian tersebut, keberadaan modal ventura mampu menggerakkan aktivitas ekonomi secara luas dan memberikan manfaat yang tersebar kepada pelaku usaha maupun tenaga kerja di berbagai sektor terkait.
Dorongan Penguatan Insentif Fiskal
Berdasarkan temuan tersebut, CELIOS mendorong pemerintah memperkuat insentif fiskal bagi industri modal ventura.
Lembaga itu menilai insentif fiskal tidak seharusnya dipandang semata sebagai pengurangan penerimaan negara, melainkan sebagai investasi kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi digital dalam jangka panjang.
Dalam rekomendasinya, CELIOS mengusulkan pemberian insentif fiskal berupa diskon tarif pajak penghasilan bagi perusahaan modal ventura yang berinvestasi pada sektor teknologi digital dan inovasi strategis.
Selain itu, lembaga tersebut juga mendorong perluasan berbagai fasilitas perpajakan guna meningkatkan daya saing industri modal ventura nasional. (naa)




