ARUSBAWAH.CO - Waktu pengelolaan Mal Lembuswana oleh pihak swasta tinggal empat bulan lagi.
Kontrak kerja sama skema Build, Operate, and Transfer (BOT) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dengan PT Cipta Sumena Indah Satresna (CSIS) dipastikan berakhir pada 26 Juli 2026.
Dari Lahan Kosong Menjadi Aset Mal Utuh
Setelah hampir 30 tahun, aset berupa lahan dan bangunan yang selama ini dikelola swasta akan kembali sepenuhnya ke tangan pemerintah daerah.
Yang menarik, kerja sama itu sejak awal dibangun dari posisi yang timpang namun menguntungkan bagi Pemprov.
30 tahun lalu, Pemprov Kaltim hanya bermodalkan lahan kosong.
Di atas lahan itulah, pihak swasta membangun pusat perbelanjaan yang kemudian menjadi pusat perbelanjaan bernama Mal Lembuswana.
Kini, saat kontrak akan berakhir, Pemprov akan menerima kembali aset dalam bentuk lahan sekaligus bangunan.
Secara sederhana, pemerintah punya laha dibangunkan, lalu diserahkan kembali.
Kontribusi Minim Dibanding Nilai Kerja Sama
Namun di balik keuntungan itu, muncul persoalan serius soal kontribusi keuangan yang dinilai jauh dari optimal.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2023 yang dipublikasikan pada 2024, total dana kemitraan yang masuk ke kas daerah selama hampir 30 tahun hanya sebesar Rp10,97 miliar.
Angka itu jauh di bawah nilai total kerja sama BOT yang tercatat mencapai Rp51,25 miliar, bahkan belum termasuk nilai taman hiburan sebesar Rp2,95 miliar.
Rincian Dana Kemitraan
Rincian dana kemitraan Rp10,97 miliar itu meliputi kontribusi dari tanah seluas 68.393 meter persegi sebesar Rp9,63 miliar, lahan lokasi SMKK Rp698,6 juta, bangunan Gedung Wanita Rp173,3 juta, terminal Rp10 juta, serta biaya pengukuran dan land clearing Rp450 juta.
Dalam laporan itu juga ditegaskan bahwa nilai kerja sama BOT sebesar Rp51,25 miliar belum dicatat sebagai aset daerah.
Aset itu baru akan diakui sebagai milik Pemprov Kaltim pada 2026, sesuai adendum perjanjian tertanggal 26 Juli 1996.
Artinya, selama puluhan tahun berjalan, Pemprov belum sepenuhnya mengakui nilai aset yang sebenarnya sudah berdiri di atas lahannya sendiri.
Skema Pengelolaan Setelah Serah Terima
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Muzakir, memastikan seluruh aset akan diserahkan setelah masa kontrak berakhir.
“Semua aset nantinya akan diserahkan ke Pemprov. Setelah diserahkan baru kita close dulu. Setelah close itu baru mulai lagi siapa yang mau,” ujar Muzakkir saat ditemui awak media pada Senin (30/3/2026) lalu.
Ia menyebut, setelah proses serah terima, pemerintah akan mengevaluasi skema pengelolaan berikutnya, termasuk melibatkan perusahaan daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya sebagai pengelola sementara.
“Untuk sementara menggunakan Perusda dulu, sambil kita lihat kinerjanya seperti apa,” katanya.
Proses Verifikasi Nilai Aset Masih Berjalan
Meski begitu, Pemprov belum bisa memastikan nilai riil aset yang akan diterima.
Saat ini proses identifikasi masih berjalan di Biro Ekonomi setda Provinsi Kaltim, termasuk verifikasi nilai ruko dan unit usaha di dalam kawasan tersebut.
“Jumlah rukonya dengan nilai uang sekian itu harus dicek. Betulankah nilainya segitu? Jangan sampai susut atau meningkat. Nah, itu yang kita proses sekarang,” jelasnya.
Kondisi Terkini Mal Lembuswana
Di sisi lain, kondisi terkini Mal Lembuswana justru menunjukkan penurunan fungsi ekonomi yang cukup signifikan.
Dalam pantauan lapangan beberapa waktu lalu, dari sekitar 30 tenant di salah satu lantai, sebanyak 17 di antaranya sudah tutup.
Tingkat kekosongan lebih dari 50 persen ini menjadi indikator kuat menurunnya daya tarik pusat perbelanjaan yang dibangun sejak era 1990-an tersebut.
Sepinya tenant berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.
Jumlah pengunjung menurun, perputaran uang melambat, dan pelaku usaha yang tersisa harus bertahan di tengah tekanan biaya operasional.
Butuh Ide Kreatif untuk Menghidupkan Kembali
Muzakkir mengakui, lokasi Mal Lembuswana sangat strategis dan membutuhkan pendekatan baru agar kembali hidup.
“Mal Lembuswana itu lokasi sangat strategis memerlukan ide-ide kreatif, yang bisa menyesuaikan dengan kekinian supaya ada tarik yang bisa kita dapatkan dengan income yang lebih besar,” pungkasnya.
(wan)
- Rudy Mas’ud Rombak Total Direksi Bankaltimtara! Tak Hanya Yamin, Eny Rochaida, Yenny Israwati, dan Siti Aisyah Juga Mau Diganti
- PAD Kaltim 2025 Meleset Rp 1,4 T: Rudy Mas'ud Belum Mampu Setara Capaian Tahun Pertama Isran Noor
- ‘Ini Niat Bantu Rakyat atau Tidak Sih’, Jawaban Fraksi PDIP Tolak Aspirasi Warga Dipotong dari 160 Jadi 25




