"Kami buat policy brief atau policy paper agar lebih mudah dipahami pengambil keputusan," jelas Fitriansyah.
Kemudian, dokumen itu nantinya akan menjadi rujukan untuk perencanaan pembangunan hingga penyusunan regulasi daerah.
Lebih lanjut, BRIDA juga aktif mendampingi Biro Hukum dalam menyusun rancangan peraturan daerah (Perda).
"Kami ingin memastikan semua kebijakan berbasis bukti yang kuat," ujarnya.
Fitriansyah menilai, pendekatan ini menjadi salah satu upaya agar riset tidak hanya berhenti di atas kertas.
Ia menambahkan bahwa BRIDA memiliki tiga bidang utama riset, ekonomi pembangunan, sosial pemerintahan, dan inovasi teknologi.
Kata Fitriansyah, dalam dua tahun terakhir, BRIDA juga menonjol di bidang inovasi teknologi.
"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat penghargaan IGA Award dari Kemendagri. Ini hasil kerja sama dengan perangkat daerah dan perguruan tinggi," katanya.
Namun, BRIDA menghadapi kendala keterbatasan jumlah peneliti.
Tag



