ARUSBAWAH.CO - Prancis lebih diunggulkan atas Maroko pada pertandingan Piala Dunia 2026 malam ini pukul 04.00 WITA, menurut Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan.
Namun, ia tak melihat laga ini bakal berjalan mudah.
Menurut dia, Maroko bukan lagi tim kejutan.
Singa Atlas kini sudah menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di sepak bola dunia.
Euforia Piala Dunia 2026 juga terasa hingga di Kaltim.
Pertandingan yang mempertemukan Prancis vs Maroko menjadi salah satu laga yang paling dinanti.
Antusiasme itu tak hanya datang dari para pencinta sepak bola, tetapi juga dari kalangan politik.
Firnadi Ikhsan menjadi salah satunya.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim itu mengaku tetap menjagokan Les Bleus (tim nasional Prancis) untuk melangkah ke babak berikutnya.
Firnadi Ikhsan Dukung Prancis Sejak Era Zinedine Zidane
Dukungan itu bukan tanpa alasan.
Firnadi Ikhsan mengatakan dirinya sudah menjadi pendukung Prancis sejak era Zinedine Zidane.
Zinedine Zidane atau dikenal Zizou adalah seorang mantan pemain dan mantan pelatih Real Madrid yang sukses meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut.
Manajer sepak bola sejak, 2019–2021 itu merupakan salah satu pelatih paling sukses di dunia.
Baginya, Prancis selalu memiliki generasi pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi.
"Legenda saya Prancis itu sejak Zidane, jadi ya Prancis aja terus," ujar Firnadi Ikhsan, Kamis (9/7/2026).
Meski menjagokan Prancis, Firnadi Ikhsan tidak menganggap pertandingan akan berlangsung mudah.
Ia menilai sepak bola selalu menghadirkan kejutan.
Tim yang lebih diunggulkan pun bisa terpeleset jika lengah.
Meski begitu, bila melihat kualitas materi pemain, kedalaman skuad, hingga pengalaman tampil di pertandingan besar, Prancis dinilainya masih unggul dibanding Maroko.
Firnadi Ikhsan Sebut Kekuatan Prancis Tak Hanya Bertumpu pada Kylian Mbappe
Menurut Firnadi Ikhsan, kekuatan terbesar Les Bleus bukan hanya bertumpu pada Kylian Mbappe.
Hampir di setiap lini, Prancis dihuni pemain-pemain yang menjadi andalan klub-klub besar Eropa.
Kondisi itu membuat kualitas tim mereka relatif merata.
"Sepak bola bundar ini tetap bisa kita analisa kekuatannya. Prancis sebagai sebuah tim dengan kemampuan personel merata. Selain Kylian Mbappe, nama-nama lain juga menjadi pemain bintang di klub-klub Eropa. Lalu mereka kumpul buat Piala Dunia, mental dan kemampuan mengolah bola sudah tinggal tendang saja, hehe," katanya.
Firnadi Ikhsan menilai pengalaman para pemain Prancis di kompetisi elite Eropa menjadi modal penting ketika menghadapi pertandingan besar seperti Piala Dunia.
Kata dia, mereka sudah terbiasa bermain di bawah tekanan dan menghadapi atmosfer pertandingan yang tidak mudah.
Maroko Dinilai Sudah Bukan Lagi Tim Kuda Hitam
Namun, ia juga mengingatkan agar Prancis tidak meremehkan Maroko.
Menurut Firnadi Ikhsan, perkembangan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat.
Status sebagai kuda hitam, kata dia, sudah tidak lagi tepat disematkan kepada tim asal Afrika Utara tersebut.
"Waduh, bukan kaleng-kaleng itu Maroko. Bukan lagi kuda hitam. Bertahan sampai sekarang karena kualitas tim, bukan kebetulan tapi memang juga sudah elite," tegas legislator dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara itu.
Ia melihat kekuatan Maroko terletak pada organisasi permainan yang disiplin.
Menurutnya, pertahanan mereka sulit ditembus, sementara transisi menyerang berlangsung cepat.
Apalagi, sebagian besar pemain Maroko kini juga berkarier di kompetisi-kompetisi elite Eropa.
"Pemainnya juga banyak merumput di klub Eropa. Bertahan oke, serangan balik cepat," ujarnya.
Firnadi Ikhsan Prediksi Prancis vs Maroko Jadi Benturan Dua Gaya Bermain
Jika ia melihat perjalanan kedua tim menuju putaran final Piala Dunia 2026, pertandingan malam ini, kata dia, diperkirakan menjadi benturan dua gaya bermain yang berbeda.
Menurut Firnadi Ikhsan, Prancis dikenal sebagai tim yang agresif.
Sepanjang babak kualifikasi zona Eropa, Les Bleus tampil produktif dengan lini depan yang tajam.
Kecepatan Kylian Mbappe di sisi sayap dipadukan kreativitas lini tengah diperkirakan akan membuat Prancis tampil menekan sejak menit awal.
Sebaliknya, Firnadi Ikhsan menilai Maroko datang dengan identitas permainan yang lebih sabar.
Kata dia, Wakil Afrika itu membangun kekuatan dari organisasi pertahanan yang rapat, lalu memanfaatkan setiap peluang melalui serangan balik cepat.
Pola permainan seperti itu menjadi senjata utama Singa Atlas sepanjang babak kualifikasi.
Firnadi Ikhsan memperkirakan Maroko akan kembali menerapkan strategi serupa.
Mereka kemungkinan membiarkan Prancis menguasai bola, sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik yang cepat dan efektif.
Karena itu, dominasi penguasaan bola belum tentu menjadi jaminan kemenangan bagi Prancis.
Sedikit saja, kata Firnadi Ikhsan sedikit saja kehilangan konsentrasi, serangan balik Maroko bisa menjadi ancaman.
Firnadi Ikhsan Yakin Mental Juara Prancis Jadi Pembeda
Meski memprediksi pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir, Firnadi Ikhsan tetap yakin pengalaman, mental juara, dan kualitas individu pemain Prancis akan menjadi faktor pembeda.
Bahkan jika laga harus berlanjut ke babak tambahan waktu atau adu penalti, ia masih menempatkan Les Bleus sebagai tim yang lebih berpeluang lolos.
"Tetapi tetap France kita yakin bisa mengatasi. Apalagi ketika ada perpanjangan waktu dan penalti, kualitas personal tim Prancis jaminan kemenangan," pungkasnya.
(sobizz/wan)
- Pemprov Kaltim Kasih Kesempatan Terakhir, 9.562 Mahasiswa Belum Daftar Gratispol
- Kaltim Kejar Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Geopark Pertama Bumi Etam Raih Pengakuan UNESCO
- Tanpa Amdal, Wakil Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pembangunan Pabrik PT KSM di Sangatta Dihentikan
- LKPJ Gubernur Kaltim 2025: Pembangunan Rumah Sakit Mayoritas Tuntas, FS dan DED RSUD Kutai Barat Masih 0 Persen




