Arus Publik

Maling Buat Sistem Penerangan Jembatan Mahkota II Samarinda Terganggu, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

by:
Lisa
Selasa, 13 Januari 2026 10:19

JEMBATAN - Sistem penerangan di Jembatan Mahkota II Samarinda terganggu akibat aksi pencurian kabel instalasi listrik/ Foto: HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Sistem penerangan di Jembatan Mahkota II Samarinda terganggu akibat aksi pencurian kabel instalasi listrik.

Akibatnya, puluhan titik lampu di jembatan penghubung vital antarwilayah itu padam dan meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mencatat, sedikitnya 32 lampu sorot berdaya 260 watt, 28 lampu sorot 480 watt, serta sekitar 20 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak berfungsi karena jaringan kabel penghubungnya hilang digondol maling.

Padamnya penerangan terlihat di sejumlah sisi jembatan.

Kondisi ini membuat visibilitas pengendara menurun drastis, sementara arus lalu lintas malam hari di kawasan tersebut masih tergolong padat. Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan terdampak.

Bukan Rusak, Kabel Penerangan Dicuri

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, menegaskan bahwa gangguan penerangan bukan disebabkan oleh kerusakan lampu atau masalah teknis lainnya.

“Secara fisik, lampu-lampunya masih dalam kondisi baik. Masalahnya ada pada jalur listrik yang terputus karena kabel penghubungnya diambil,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, sistem penerangan jembatan bekerja secara berantai. Jika satu bagian kabel terputus, maka lampu-lampu pada jalur berikutnya otomatis tidak mendapatkan pasokan listrik.

Hal inilah yang menyebabkan jumlah titik lampu padam cukup banyak meski pencurian tidak terjadi di seluruh bentang jembatan.

 

Posisi Kabel Jadi Celah Keamanan

Ayatullah mengakui, posisi kabel instalasi menjadi salah satu titik rawan. Kabel penerangan berada di bagian luar struktur jembatan dan tidak memungkinkan untuk ditanam permanen ke dalam konstruksi.

“Kalau dipaksakan masuk ke struktur jembatan, justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Dari sisi keamanan, memang belum ideal,” katanya.

Ia menambahkan, pencurian kabel fasilitas umum bukan kali pertama terjadi di Samarinda. Selain merusak layanan publik, aksi tersebut juga menimbulkan beban anggaran tambahan bagi pemerintah daerah.

“Setiap kejadian seperti ini, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat luas yang menggunakan fasilitas,” ujarnya.

Kerugian Sementara Ratusan Juta Rupiah

Dari sisi anggaran, Dishub Samarinda memperkirakan kerugian sementara mencapai ratusan juta rupiah.

Saat ini, perhitungan detail masih dilakukan untuk menentukan bagian kabel yang cukup disambung kembali dan mana yang harus diganti secara menyeluruh.

Namun, Ayatullah menekankan bahwa dampak paling serius dari peristiwa ini adalah hilangnya rasa aman masyarakat.

Penerangan bukan soal estetika saja. Ini menyangkut keselamatan. Begitu gelap, risikonya langsung meningkat,” tegasnya.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Dishub Samarinda mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jembatan Mahkota II, khususnya pada malam hari.

Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga fasilitas publik dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jembatan.

“Fasilitas ini dibangun untuk kepentingan bersama. Kalau dirusak atau dicuri, dampaknya kembali ke masyarakat. Karena itu, kami berharap ada kepedulian kolektif,” pungkas Ayatullah. (isa)

 

Tag

MORE