Advertorial

Malam di Manunggal Jaya: Warga Duduk Bersama Membahas Pendidikan dan Kebangsaan

Perda Pendidikan Dibicarakan dengan Bahasa Sehari-hari

Senin, 5 Januari 2026 23:3

SOSPERDA - Didik Agung menutup acara dengan pesan singkat. Bahwa perda tidak akan berarti tanpa keterlibatan masyarakat/ HO to Arusbawah.co

Kalimat itu langsung mendapat anggukan dari beberapa warga.

Ada ibu-ibu, pemuda, tokoh masyarakat, dan perangkat desa yang hadir. Mereka mendengarkan, bukan karena kewajiban, tetapi karena merasa topiknya dekat dengan kehidupan mereka.

Perda yang Menyentuh Kehidupan Sehari-hari

Perda Nomor 9 Tahun 2023, menurut Didik Agung, lahir untuk memastikan pendidikan di daerah tidak hanya mengejar nilai akademik.

Lebih dari itu, perda ini ingin menanamkan wawasan kebangsaan, rasa saling menghargai, dan kesadaran hidup bersama dalam perbedaan.

“Di tengah derasnya informasi dari luar, kita perlu pegangan. Perda ini salah satunya,” katanya.

Malam semakin larut, namun perhatian warga tak berkurang.

Dua narasumber, Muhammad Matrosit dan Benny Sianturi, menjelaskan isi perda dengan bahasa yang mudah dipahami.

Tidak ada istilah hukum yang berbelit-belit. Yang dibahas adalah contoh-contoh nyata: peran orang tua, lingkungan, hingga kegiatan di desa.

Tag

MORE