Arus Publik

Libur Akhir Tahun, Kasatpol PP Samarinda Wanti-wanti soal "Pesta Kamar"

by:
Lisa
Rabu, 10 Desember 2025 10:38

WAWANCARA - Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kota Samarinda mulai memperketat pengawasan di tiga titik rawan: pesta kamar di hotel & penginapan, peredaran petasan ilegal, dan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang kembali memenuhi trotoar di jam-jam tertentu.

Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, menegaskan bahwa pola pengamanan tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat di akhir tahun menuntut pengawasan lebih ketat, terutama di lokasi yang tidak selalu terpantau aparat.

Fenomena Pesta Kamar Jadi Sorotan Utama

Anis menyebut sejumlah hotel di Samarinda sering menjadi lokasi pesta tertutup, khususnya oleh kelompok muda.

Aktivitas tersebut dinilai rawan karena berpotensi memicu keributan, penyalahgunaan alkohol, hingga pelanggaran usia.

“Fenomena pesta kamar itu bukan rahasia lagi. Tahun ini pengawasan akan lebih agresif. Ruang privat tidak boleh berubah menjadi titik rawan baru,” kata Anis, Senin (8/12/2025).

Patroli gabungan disiagakan untuk memastikan area privat yang berpotensi disalahgunakan tetap berada dalam pantauan.

 

Petasan Ilegal Masih Beredar, Satpol PP Siapkan Penyitaan

Pengawasan lapangan menunjukkan masih adanya pedagang yang mencoba menjual petasan tanpa izin.

Padahal, risiko kebakaran di malam pergantian tahun meningkat drastis.

“Setiap tahun selalu ada pedagang yang bermain nakal. Barang tanpa izin akan kami sita. Tidak ada toleransi,” tegasnya.

Koordinator pedagang di Pasar Pagi telah dipanggil dan diberi peringatan keras.

Isu Perlakuan Berbeda untuk PKL Dibantah Satpol PP

Isu soal “tebang pilih” dalam penertiban PKL sebelumnya sempat mencuat. Namun Anis memastikan tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Yang bilang tebang pilih mungkin hanya melihat satu operasi tanpa tahu operasi lain. Semua pelanggar kami perlakukan sama,” jelasnya.

Ia menegaskan penindakan tidak pernah dilakukan tiba-tiba. Selalu ada tahapan formal—mulai dari RT, kelurahan, kecamatan, hingga surat peringatan resmi.

Kembang Api Dipusatkan di Teras Samarinda

Untuk mengurangi titik liar penyulutan kembang api, Pemkot akan memusatkan seluruh kegiatan di Teras Samarinda.

Tahun lalu, pesta kembang api tersebar di hotel, tempat hiburan malam, dan kawasan kuliner sehingga menyulitkan pengamanan.

“Lebih mudah mengamankan satu titik besar dibanding puluhan titik kecil yang tak jelas penanggung jawabnya,” kata Anis.

Imbauan untuk Anak Muda: Rayakan, Tapi Jangan Berlebihan

Anis menegaskan bahwa kelompok muda paling rentan terlibat kegiatan yang berujung pada pelanggaran ketertiban.

“Kalau mau merayakan, rayakan. Tapi jangan ubah kota ini jadi tempat yang tidak aman,” tegasnya.

Ia berharap perayaan Nataru di Samarinda berlangsung aman, tertib, dan tidak membawa dampak negatif bagi masyarakat. (isa)

 

Tag

MORE