Arus Publik

Laporan CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Modern: Gen Z Terjepit di Tengah Meritokrasi vs Nepotisme

Oligarki membangun sistem yang persempit peluang generasi muda

Selasa, 19 Mei 2026 13:34

CELIOS - Generasi Z Hadapi Ketimpangan Ekonomi Modern

ARUSBAWAH.CO - Generasi Z atau yang biasa disebut Gen Z adalah mereka yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an.

Mereka kini mulai mendominasi dunia kerja dan konsumsi.

Namun, dari laporan CELIOS terungkap bahwa Gen Z harus menunggu setidaknya 7,5 bulan sebelum mendapatkan pekerjaan karena waktu tunggu kerja yang panjang dan persaingan ketat.

Selain itu, mereka juga  harus siap untuk menerima pekerjaan kasar untuk bertahan hidup.

Sistem Oligarki Persempit Kesempatan Gen Z

Oligarki yang berkembang pesat di Indonesia secara otomatis membangun sistem yang mempersempit peluang generasi muda, salah satunya adalah peluang kerja yang terkonsentrasi pada segelintir elite.

Angkatan kerja yang saat ini didominasi oleh Gen Z dipaksa untuk melakukan berbagai pekerjaan dari delapan jam kerja utama, part-time dan freelance.

Bahkan saat ini terdapat fakta nyata yang kerap terjadi di lingkungan sekitar yaitu privilese dan nepotisme struktural adalah hal yang wajar terjadi di lingkungan kerja.

  • Meritokrasi adalah mereka yang memulai kehidupannya dari nol tanpa koneksi siapapun, bahkan ketika memiliki pekerjaan yang berisiko tinggi serta sulit untuk mempunyai akses modal jangka panjang yang membuatnya semakin terdorong ke bawah oleh ketimpangan ekonomi.
  • Nepotisme sendiri adalah kebalikannya, yaitu generasi yang sudah memiliki jaringan koneksi sejak lahir, tidak perlu melakukan seleksi-seleksi formal hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Sebagian besar dari mereka mendapatkan penghasilan yang jauh diatas rata rata tanpa pengalaman, hal ini membuat mereka dapat fokus untuk merencanakan modal jangka panjang, mereka merupakan pihak yang diuntungkan dari sistem oligarki tersebut.

Bekerja Dalam Perlindungan dan Jaminan yang Minim

Generasi muda yang bekerja di Indonesia, khususnya Gen Z dalam realita lapangan kerja menghadapi kenyataan lain yaitu minimnya perlindungan dan jaminan keselamatan selama bekerja.

Dalam laporan ini menyebutkan jika sistem oligarki yang berkembang di Indonesia juga menciptakan kerentanan terhadap kondisi Gen Z selama bekerja.

Mereka secara tidak langsung dipaksa untuk dilarang sakit, dilarang kecelakaan dan dilarang meninggal. Hal ini dibuktikan dengan persentase yang menunjukan sekitar 55,9% tanpa jaminan kesehatan, 66,1% tanpa jaminan kecelakaan kerja, 77,5% tanpa jaminan kematian yang harus dihadapi oleh Gen Z angkatan kerja rentang usia 18-28 tahun. 

Dibandingkan dengan generasi Y yang berada di atasnya, Gen Z menempati posisi lebih rentan dengan persentase sekitar 93,3% Gen Z tidak memiliki perlindungan kehilangan pekerjaan, sekitar 83,4% tidak memiliki jaminan hari tua dan 91,8% tidak memiliki jaminan pensiun.

Saat ini, sebagian besar gen Z bekerja bukan untuk untuk naik kelas, namun sekedar untuk bertahan hidup, beberapa kenyataan realita lapangan inilah yang membuat mereka banyak yang takut untuk memulai hidup karena belum memiliki jaminan ekonomi yang layak.(jay)

Tag

MORE