Mereka tidak memiliki kontrak tetap, jaminan sosial, cuti, maupun tunjangan kesehatan yang memadai.
Laporan ini menekankan bahwa pekerja informal seperti mereka terus bertambah jumlahnya, sementara akses terhadap perlindungan sosial tetap terbatas.
Kontras yang paling mencolok diungkap dalam temuan utama CELIOS yaitu harta oligarki naik Rp13 miliar per hari, sedangkan upah pekerja hanya naik Rp2 ribu per hari.
Kesenjangan ini semakin memperburuk kondisi ojol dan buruh harian, yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah biaya hidup yang terus meningkat.
- Laporan CELIOS: Beban Utang Negara Setara Rp33,8 Juta per Warga, Generasi Produktif Dinilai Terdampak
- Studi CELIOS: Sumber Daya Alam Dikeruk, Daerah Penghasil Dinilai Belum Menikmati Hasil Kekayaannya
- Laporan CELIOS: Kursi Parlemen Dikuasai Oligarki Politik, Gen Z Harus Jobless 7,5 Bulan untuk Dapat Kerja
Sistem Oligarki yang Memperparah Penderitaan
CELIOS menjelaskan bahwa ketimpangan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil sistem oligarki yang sistematis.
Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia, yang sebagian besar berasal dari sektor ekstraktif (58%), terus melonjak, sementara pekerja informal seperti ojol dan buruh harian hanya menjadi penyangga ekonomi tanpa menikmati hasil pertumbuhan.
Laporan CELIOS juga menunjukkan potensi solusi melalui pajak kekayaan.
Tag



