Menurut kajian CELIOS, kondisi tersebut membuat daya tarik investasi modal ventura di Indonesia relatif lebih rendah dibanding negara-negara yang telah memberikan insentif pajak secara lebih komprehensif.
Insentif Pajak Dinilai Mampu Menarik Investasi Lebih Besar
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa negara yang memberikan insentif fiskal kepada industri modal ventura cenderung memiliki tingkat investasi yang jauh lebih tinggi dibanding negara yang tidak memberikan fasilitas serupa.
Insentif pajak dinilai mampu meningkatkan minat investor untuk menyalurkan modal ke sektor teknologi, startup, dan usaha inovatif yang memiliki risiko tinggi namun berpotensi memberikan dampak ekonomi besar.
CELIOS menilai kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penerimaan negara, tetapi juga dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis yang membutuhkan dukungan pembiayaan jangka panjang.
Ketergantungan pada Modal Asing Masih Tinggi
Minimnya insentif juga dinilai berkontribusi terhadap rendahnya partisipasi investor domestik dalam pendanaan startup.
Kajian tersebut mencatat sebagian besar investasi di sektor teknologi Indonesia masih berasal dari luar negeri, sementara kontribusi investor dalam negeri relatif kecil dan tidak konsisten.
Tag



