Arus Publik

CELIOS

Laporan CELIOS: Kursi Parlemen Dikuasai Oligarki Politik, Gen Z Harus Jobless 7,5 Bulan untuk Dapat Kerja

Gen Z menganggur diantaranya masuk ke sektor pekerjaan kasar

Rabu, 20 Mei 2026 11:41

CELIOS - Oligarki Politik Kuasai Kursi Parlemen di Indonesia

ARUSBAWAH.CO - Dalam laporan CELIOS yang diterbitkan pada April 2026 kemarin, terdapat data bahwa kursi parlemen dikuasai oleh oligarki politik, sementara Gen Z justru harus menganggur selama beberapa bulan terlebih terdahulu sebelum mendapatkan pekerjaan.

Data ini dihasilkan dari Pemilu 2024 menempatkan 61,55 persen kursi parlemen di tangan partai-partai yang dikendalikan keluarga politik dari dinasti Jokowi, Megawati, Prabowo, SBY, Surya Paloh, Zulkifli Hasan, hingga Hary Tanoesoedibjo.

Dari sisi suara, angkanya 57,08 persen suara sah nasional. 

Sementara itu, di lain sisi terdapat rata-rata Gen Z yang harus menganggur selama 7,5 bulan sebelum bisa mendapatkan pekerjaan.

Dari yang akhirnya bekerja, 7,8 juta di antaranya masuk ke sektor pekerjaan kasar, bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak ada pilihan lain.

Parlemen Dikuasai, Kebijakan Kerja Ikut Terdampak

CELIOS mencatat bahwa dalam sistem oligarki politik Indonesia, partai tidak lagi berfungsi sebagai institusi representasi publik.

Partai berubah menjadi instrumen perlindungan kepentingan elite ekonomi.

Untuk membiayai kontestasi politik yang mahal, biaya calon presiden saja bisa mencapai Rp9,8 triliun, partai bergantung pada elite ekonomi.

Timbal baliknya, kebijakan diarahkan untuk melindungi kepentingan bisnis kelompok yang sama.

Salah satu dampak langsungnya ke pasar kerja yaitu regulasi ketenagakerjaan yang mendorong fleksibilitas kerja dalam praktiknya menekan pekerja, upah ditekan lebih murah, outsourcing meluas, dan perlindungan kerja melemah.

Kebijakan ini bukan lahir dari ruang hampa. Ia lahir dari parlemen yang 61,55 persennya sudah lebih dulu diisi oleh jaringan keluarga yang sama.

Hasilnya terlihat jelas di data ketenagakerjaan.

Kesenjangan upah antara Gen Z dan generasi di atasnya tercatat 22,8 persen.

Bukan karena Gen Z kurang kompeten,  CELIOS menyebut ini sebagai hasil dari sistem yang memang tidak dirancang untuk mobilitas sosial ke atas.

 

Gen Z Kerja Tanpa Perlindungan, Lingkar Oligarki Politik Kerja Tanpa Pesaing

Di saat yang sama, kondisi kerja yang bisa diakses Gen Z jauh dari layak.

Data Sakernas Agustus 2025 yang diolah CELIOS mencatat:

  • 55,9% Gen Z usia 18–28 tahun bekerja tanpa jaminan kesehatan
  • 77,5% tanpa jaminan kematian
  • 93,3% tanpa perlindungan kehilangan pekerjaan
  • 83,4% tanpa jaminan hari tua
  • 72,06% mengalami cuti tidak berbayar

Sementara itu, CELIOS juga mencatat bahwa anak muda dari lingkar oligarki tidak perlu melamar kerja dalam arti formal.

Mereka langsung masuk ke posisi strategis lewat rekomendasi, tanpa seleksi, dengan pendapatan jauh di atas rata-rata, bahkan tanpa pengalaman panjang.

Sebaliknya, anak muda dari keluarga biasa harus melamar lebih dari 100 lowongan dan sering tidak dipanggil. (jay)

 

Tag

MORE