ARUSBAWAH.CO - UPTD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu Balikpapan membukukan pendapatan sebesar Rp8,51 miliar sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Di sisi lain, realisasi belanja rumah sakit milik Pemerintah Kota Balikpapan tersebut mencapai Rp14,49 miliar atau 83,17 persen dari total anggaran yang telah ditetapkan.
Data tersebut tertuang dalam Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LRAPBD) Tahun Anggaran 2025 yang ditandatangani Kepala UPTD RSIA Sayang Ibu Balikpapan, drg. Retno Sulistyo Sitoresmi.
Seluruh pendapatan rumah sakit pada 2025 berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pelayanan kesehatan dengan nilai mencapai Rp8.514.513.066,48.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, RSIA Sayang Ibu menganggarkan belanja sebesar Rp17.419.304.432. Hingga akhir tahun, realisasi belanja mencapai Rp14.489.013.409,51, atau sekitar 83,17 persen dari total pagu anggaran.
Jika dirinci, belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan alokasi Rp12.261.500.000.
Dari jumlah tersebut, terealisasi Rp10.216.093.112,51 atau 83,31 persen.
Belanja operasi tersebut terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp3.162.391.287 dan belanja barang dan jasa sebesar Rp7.053.701.825,51.
Anggaran ini digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional rumah sakit, mulai dari pembayaran gaji hingga penyediaan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain belanja operasi, RSIA Sayang Ibu juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp5.157.804.432.
Hingga akhir 2025, realisasinya mencapai Rp4.272.920.297 atau 82,84 persen.
Seluruh belanja modal tersebut digunakan untuk pengadaan peralatan dan mesin, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Balikpapan.
Laporan tersebut juga mencatat defisit anggaran sebesar Rp5,97 miliar.
Angka itu merupakan selisih antara realisasi pendapatan sebesar Rp8,51 miliar dengan realisasi belanja yang mencapai Rp14,49 miliar sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Dalam konteks Laporan Realisasi Anggaran pemerintah, defisit ini menunjukkan belanja yang lebih besar daripada pendapatan, bukan berarti rumah sakit mengalami kerugian usaha seperti perusahaan komersial.
Meski demikian, tingkat serapan anggaran yang telah melampaui 83 persen menunjukkan sebagian besar program dan kegiatan yang direncanakan RSIA Sayang Ibu berhasil direalisasikan selama 2025.
Penggunaan anggaran juga masih didominasi untuk mendukung operasional pelayanan serta penguatan sarana dan prasarana rumah sakit, khususnya melalui pengadaan peralatan kesehatan. (red)
- Dinas PUPR Kelola Anggaran Rp4,6 Triliun, Disdik Rp4,1 Triliun hingga Dispora Rp234 Miliar, Tapi Masih Dipimpin Plt
- Rumah, Kendaraan hingga Warung Dipenuhi Abu Putih, Pertamina Didesak Jelaskan Penyebab Hujan Abu yang Ganggu Warga Balikpapan
- Aset Pemprov Kaltim Naik 8,81 Persen di 2025, Ini Rincian Nilai Tanah dan Gedung yang Dimiliki Pemerintah
- Realisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di Kaltim Gagal Tembus 100 Persen, Ada di LHP BPK 2025




