Arus Publik

Lampu Stadion Palaran Dipindah ke Segiri, Tapi Pencahayaannya Ternyata Masih Kurang

PERTANDINGAN - Suasana pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda/ARUSBAWAH.CO

ARUSBAWAH.CO -  Banyak yang mengira, pemindahan lampu Stadion Palaran ke Stadion Segiri akan langsung menyelesaikan persoalan pencahayaan stadion kandang Borneo FC.

Kenyataannya tak sesederhana itu.

Hasil simulasi teknis justru menunjukkan seluruh lampu yang dipindahkan dari Stadion Palaran hanya mampu menghasilkan pencahayaan sekitar 1.667 lux di Stadion Segiri.

Angka itu masih berada di bawah standar 1.800 lux yang dipersyaratkan PSSI untuk pertandingan level Asia.

Standar pencahayaan 1.800 lux menjadi salah satu syarat utama agar Stadion Segiri dapat digunakan menggelar pertandingan Super League dan kompetisi AFC pada September mendatang.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan rencana pemindahan tetap dilanjutkan. 

Prosesnya kini tinggal menunggu arahan Gubernur Kaltim sebelum masuk tahap eksekusi.

Fakta tersebut diungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur Rasman Rading usai bertemu manajemen Borneo FC.

Ia menegaskan, kebutuhan peningkatan pencahayaan bukan hanya keinginan Borneo FC, melainkan juga menjadi kebutuhan agar Stadion Segiri dapat berfungsi sesuai standar penyelenggaraan pertandingan.

"Keinginan Borneo FC itu bukan hanya keinginan klub, tetapi juga keinginan publik bagaimana stadion ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya," katanya, Kamis (9/7/2026).

Rasman menjelaskan, hasil inspeksi yang dilakukan AFC, AFF, dan PSSI menunjukkan salah satu kekurangan Stadion Segiri berada pada aspek pencahayaan.

Karena itu, Gubernur Kalimantan Timur merespons kebutuhan tersebut dengan mendorong pemanfaatan lampu yang saat ini masih berada di Stadion Palaran.

"Karena ini sudah menjadi kebutuhan, maka lampu yang ada di Palaran itu dipindahkan ke Segiri," ujarnya.

Masih Kurang dari Standar

Meski rencana pemindahan terus berjalan, hasil kajian teknis memperlihatkan pekerjaan itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.

Simulasi pencahayaan yang dilakukan tim teknis Dinas PUPR bersama tim ahli dan PSSI menunjukkan 124 unit lampu dari Stadion Palaran hanya mampu menghasilkan pencahayaan sekitar 1.667 lux jika dipasang di Stadion Segiri.

Padahal, standar yang dipersyaratkan PSSI mencapai 1.800 lux.

Artinya, masih terdapat kekurangan pencahayaan sehingga kemungkinan perlu dilakukan penambahan beberapa unit lampu.

"Dari hasil simulasi itu ternyata belum penuh. Kalau lampu yang ada di Palaran dipasang di Segiri hanya sekitar 1.667 lux. Jadi masih ada kekurangan beberapa unit lampu," jelas Rasman.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak menjadi hambatan untuk melanjutkan rencana pemindahan.

Tunggu Arahan Gubernur

Saat ini, kata Rasman, pemerintah baru menyelesaikan tahap simulasi teknis.

Hasil kajian tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Timur sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Ia berharap proses pemindahan dapat rampung pada Agustus mendatang sehingga Stadion Segiri siap digunakan menghadapi kompetisi Super Liga.

"Beliau (gubernur) sebenarnya sudah mengetahui hasilnya. Tinggal menunggu arahan kapan eksekusinya," katanya.

Rasman juga membantah anggapan bahwa proses pemindahan terkendala persoalan teknis.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini hanyalah waktu pelaksanaan.

Agar pekerjaan lebih cepat, pembongkaran lampu di Stadion Palaran akan dilakukan bersamaan dengan persiapan pemasangan di Stadion Segiri.

"Nanti dilakukan paralel. Di sana dibongkar, di sini juga dilakukan persiapan supaya lebih cepat," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pemasangan nantinya akan mendapat pengawasan dari tim teknis PSSI agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Gunakan Tiang Baru

Selain memindahkan lampu, Pemprov Kaltim juga menyiapkan konstruksi tiang baru di Stadion Segiri.

Rasman mengatakan seluruh perhitungan beban telah dilakukan melalui simulasi.

Menurutnya, konstruksi tersebut justru lebih ringan karena perangkat power supply akan ditempatkan di bagian bawah, bukan di atas bracket seperti yang selama ini dikhawatirkan.

"Power supply kita taruh di bawah sehingga beban tiang menjadi lebih ringan," katanya.

Berharap Bisa Gelar Laga Level Asia

Rasman menegaskan peningkatan pencahayaan Stadion Segiri bukan hanya demi kepentingan Borneo FC.

Ia berharap stadion kebanggaan masyarakat Samarinda itu nantinya memenuhi standar untuk menggelar pertandingan level Asia.

Bahkan, menurutnya, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi juga pernah mengarahkan agar Stadion Segiri dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia.

"Bukan hanya Borneo FC yang menginginkan. Kita semua bangga kalau stadion ini bisa digunakan untuk level Asia. Bahkan Pak Yunus Nusi mengarahkan agar Timnas bisa latihan di sini," ujarnya.

Sementara itu, lampu lama yang saat ini masih terpasang di Stadion Segiri merupakan aset milik Pemerintah Kota Samarinda.

Rasman mengatakan pengelolaan aset tersebut nantinya menjadi kewenangan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

"Kalau nantinya diserahkan ke provinsi tentu lebih baik karena bisa dimanfaatkan. Jangan sampai aset itu menganggur," pungkasnya.

(raf)

 

Tag

MORE