Arus Publik

Bursa Ketua KONI Kaltim

Kursi Ketua KONI Kaltim, Riak Sebelumnya Kader Golkar, Kini Andery Syachrum Mencuat di Ramadhan

Rabu, 18 Maret 2026 22:26

Tiga nama digadang-gadang sebagai calon ketua Koni Kaltim, Syahariah Mas’ud, Alwi S. Al Qadrie dan Andery Syachrum/Kolase oleh Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memanas jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan usai hari raya Idulfitri 2026.

Belum resmi dibuka, tapi riaknya sudah terasa sejak bulan Ramadhan.

Nama-nama bermunculan, sebagian membawa latar politik, sebagian lain mencoba masuk dari jalur berbeda.

Tiga Nama Menguat dalam Bursa Ketua KONI Kaltim

Setidaknya tiga nama kini ramai disebut bakal maju dalam bursa Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030.

Dua di antaranya berasal dari lingkaran Partai Golkar, sementara satu nama lain datang dari jalur non-politik praktis.

Figur dari Lingkaran Partai Golkar

Nama pertama adalah Syahariah Mas’ud, anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Partai Golkar.

Syahariah Mas’ud bukan figur sembarangan.

Selain aktif di legislatif, Syahariah merupakan saudara kandung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, sekaligus bagian dari keluarga politik yang cukup dominan di Kaltim.

Nama kedua, Alwi S. Al Qadrie, Ketua DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Golkar.

Alwi juga ramai disebut memiliki kedekatan kekerabatan dengan Gubernur Kaltim.

Dengan posisi strategis di parlemen kota minyak, Alwi dinilai punya akses dan pengaruh yang tak kecil dalam peta dukungan.

Nama Andery Syachrum Muncul di Bulan Ramadhan

Namun dinamika tak berhenti di dua nama itu.

Dalam beberapa hari terakhir Ramadan, muncul figur lain yang mulai diperbincangkan yaitu Andery Syachrum.

Berbeda dari dua kandidat sebelumnya, Andery disebut-sebut datang dari latar belakang pengusaha.

Ia juga menjabat sebagai Ketua DPP Barisan Muda Daerah (Barmuda) Kaltim, organisasi kepemudaan yang selama ini aktif di berbagai kegiatan sosial.

Persepsi Dominasi Golkar dan Respons Internal

Munculnya dua kader Golkar dalam bursa ketua Koni memunculkan persepsi bahwa partai berlambang pohon beringin itu berpotensi mendominasi perebutan kursi Ketua KONI Kaltim.

Apalagi, selama ini Golkar dikenal memiliki basis kuat di Kaltim, baik di legislatif maupun eksekutif.

Namun suara berbeda datang dari internal partai Golkar sendiri.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyebut bahwa urusan KONI tak seharusnya ditarik terlalu jauh ke ranah politik praktis.

“Memajukan olahraga tanggung jawab semua, bukan soal partai,” kata Sarkowi saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Karang Paci, Jumat (27/2/2026) lalu.

Ia mengingatkan, fokus utama seharusnya ada pada visi dan gagasan, bukan latar belakang partai politik kandidat.

Terlebih, capaian olahraga Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir menunjukkan tren penurunan.

“Yang dibutuhkan itu konsep pembinaan yang jelas, bukan sekadar nama besar,” ujarnya.

Mekanisme Penentuan Ditentukan Cabor

Hal senada disampaikan Bendahara Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah.

Syarifatul menegaskan hingga kini tidak ada arahan resmi dari partai golkar terkait pencalonan kader dalam bursa Ketua KONI.

“Sepanjang memang diusung oleh cabang-cabang olahraga (cabor), ya sah-sah saja. Semua tergantung dari cabor yang punya suara,” katanya terpisah, Senin (23/2/2026) lalu.

Menurut Syarifatul, mekanisme di KONI sepenuhnya bergantung pada hasil musyawarah anggota sesuai AD/ART.

Dukungan mayoritas dari cabor menjadi faktor penentu, bukan afiliasi politik semata.

“Sepanjang memang mampu, punya passion, dan didukung, tidak ada masalah,” tegasnya.

Syarifatul juga membantah adanya instruksi khusus dari partai golkar untuk mendorong kader tertentu maju.

Ia menyebut keputusan sepenuhnya kembali ke masing-masing individu.

“Kalau sejauh ini saya tidak pernah dengar ada arahan seperti itu,” demikian.

(wan)

 

Tag

MORE