Arus Publik

Samarinda Terkini

Kurang Salur DBH Rp400 Miliar, Pemkot Samarinda Masih Tanggung Utang Proyek 2025

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy/ Arusbawah.co

"Nanti kita bicara lagi ketika sudah masuk bulan September atau November, pada pembahasan perubahan. Ini juga kita sedang membahas perubahan," ujarnya.

Ia menilai tren pendapatan daerah secara umum masih menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Karena itu, pemerintah berharap penyaluran transfer dari pemerintah pusat dapat kembali normal, termasuk kemungkinan adanya penyaluran atas dana yang sebelumnya kurang salur.

"Tapi umumnya kalau saya lihat trennya masih bagus. Mudah-mudahan juga transfer dari pusat normal. Kemudian mungkin ada penambahan yang kurang salur itu. Wah, tambah enak kita bernapas," katanya.

Marnabas mengaku tetap optimistis karena berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, kekurangan penyaluran dana transfer umumnya akan diselesaikan pada tahun anggaran berikutnya.

"Karena pengalaman di beberapa tahun itu kalau kurang salur biasanya di tahun berikutnya. Mudah-mudahan di perubahan ini disalurkan. Alhamdulillah kita bernapas lega," ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin larut dalam kondisi tersebut.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah tetap bekerja secara optimistis sambil mencari berbagai potensi pendapatan baru dan melakukan efisiensi pada belanja yang belum menjadi prioritas.

"Kita enggak boleh mengeluh. Kerja itu harus selalu optimis, semangat. Jangan mengeluh, karena mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah."

"Kita harus cari potensi-potensi lain yang bisa membantu peningkatan PAD, sambil melakukan penghematan di sektor-sektor yang tidak terlalu penting," ujar Marnabas.

Utang Pemkot Rp400 Miliar

Pemerintah Kota Samarinda diketahui masih memiliki utang sekitar Rp400 miliar yang berasal dari pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2025. Kewajiban tersebut menjadi prioritas untuk diselesaikan secara bertahap sepanjang tahun ini.

Namun, angka Rp400 miliar itu ternyata bukan seluruh utang yang dimiliki pemerintah kota.

Masih ada kewajiban yang berasal dari tahun-tahun sebelum 2025 yang hingga kini belum sepenuhnya lunas.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Ananta Fathurrozi, mengungkapkan total utang Pemkot dari tahun 2024 ke bawah semula mencapai Rp109,84 miliar.

Ia menjelaskan, kewajiban Pemerintah Kota Samarinda memang didominasi utang kegiatan tahun anggaran 2025 yang sebelumnya mencapai sekitar Rp400 miliar.

Di luar itu masih terdapat sisa utang dari tahun 2024 ke bawah.

"Yang utang tahun 2024 ke bawah itu totalnya Rp109 miliar," kata Ananta kepada Arusbawah.co, Kamis (9/7/2026).

Dari total utang lama sebesar Rp109.841.536.316, Pemkot telah membayar sekitar Rp691 juta sehingga sisanya menjadi Rp109.150.183.316.

Dengan pembayaran yang telah dilakukan terhadap utang 2024 maupun 2025, total kewajiban Pemerintah Kota Samarinda yang masih tersisa saat ini berada di kisaran Rp411 miliar.

Tag

MORE