ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempercepat langkah menuju struktur ekonomi baru yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Ketergantungan daerah pada sektor tambang dan migas kini secara bertahap dialihkan ke sektor-sektor yang dinilai lebih tahan lama seperti UMKM, pertanian modern, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, menegaskan bahwa perekonomian Kukar masih bertumpu pada sumber daya alam tidak terbarukan.
Jika tidak disiapkan dari sekarang, Kukar berisiko menghadapi tekanan besar ketika produksi migas dan batubara mulai menurun.
“Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, Kukar bisa kesulitan saat sumber daya mulai menurun,” ujarnya.
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Masa Depan
Pemkab Kukar menempatkan sektor pertanian berbasis wilayah, pariwisata, dan ekraf sebagai motor penggerak ekonomi baru.
Upaya ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah berjalan melalui berbagai program nyata di lapangan.
Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
Melalui program Klinik UMKM di seluruh kecamatan, pelaku usaha memperoleh akses pelatihan, pendampingan bisnis, hingga dukungan pemasaran.
Pemkab Kukar juga memperluas akses permodalan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik, bekerja sama dengan Bank Kaltimtara.
Program ini menawarkan pinjaman bunga 0 persen dengan plafon yang kini meningkat hingga Rp500 juta, membuka peluang bagi UMKM yang ingin naik kelas namun terkendala modal.
Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal
Selama ini, banyak komoditas pertanian Kukar hanya dijual dalam bentuk mentah.
Pemkab Kukar kini mendorong hilirisasi agar komoditas tersebut diolah menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi, sehingga pendapatan masyarakat meningkat.
Langkah ini diperkuat melalui Koperasi Merah Putih, yang disiapkan untuk memperkuat rantai pasok, produksi, hingga pemasaran produk UMKM agar lebih terintegrasi.
“Koperasi ini diharapkan menjadi jalur distribusi yang lebih rapi dan terstruktur,” kata Dafip.
Membangun Ekonomi Kukar yang Inklusif dan Berkelanjutan
Pemkab Kukar menargetkan perekonomian daerah tidak lagi didominasi tambang.
Dengan memperkuat UMKM, hilirisasi pertanian, pariwisata, dan ekraf, pemerintah ingin menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, serta berkelanjutan.
Transformasi ini menjadi pondasi penting untuk menjawab tantangan global sekaligus memenuhi kebutuhan jangka panjang masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara. (adv)




