PEDA XI: Forum Strategis Petani-Nelayan Kaltim
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyebut PEDA KTNA sebagai ajang strategis, bukan hanya seremonial.
“Ini adalah forum tukar informasi, peningkatan kapasitas, dan pemecahan masalah sektor pangan kita. Saya yakin dari sini lahir inovasi baru untuk menopang pembangunan daerah,” ujarnya.
Frederick berharap semangat yang terbangun selama PEDA XI dapat diteruskan dan diterapkan di wilayah masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum ini agar tidak hanya berhenti di panggung kegiatan.
“Di pundak para petani dan nelayan inilah masa depan pangan kita bertumpu,” tambah Bupati.
Potensi Pertanian dan Perikanan Kutai Barat Diakui
Sebagai tuan rumah, Kutai Barat menunjukkan kesiapan dan potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.
Kabupaten ini memiliki:
- Luas lahan pertanian: ±113.822 hektare (di 16 kecamatan dan 190 kampung)
- Sawah eksisting: 3.847 hektare, termasuk 750 hektare hasil cetak lahan baru
- Komoditas peternakan andalan: sapi, kambing, babi, ayam pedaging dan petelur
- Potensi perairan: sungai (1.416,5 ha), rawa dan danau (18.424,8 ha)
- Data rumah tangga: 4.410 RTPB (budidaya) dan 7.508 RTPT (tangkap)




